Sabtu, 25 April 2026

Berita Aceh Tenggara Hari Ini

Wanita ODGJ di Aceh Tenggara Telantar dan Berkeliaran di Jalan Raya

Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr Nasrul Zaman MKes, menyoroti kurangnya pendataan dan penanganan terhadap ODGJ di Aceh Tenggara.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Sri Widya Rahma
TRIBUNGAYO.COM/ASNAWI LUWI
WANITA ODGJ TERLANTAR - Seorang wanita berinisial NT (27), warga Desa Lawe Loning Hakhapen, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara, yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ), terlihat sering berkeliaran di jalan raya hingga larut malam tanpa pengawasan. Kurangnya perhatian dari pihak pemerintah membuat kondisi NT semakin memprihatinkan, Jumat (13/6/2025). Menurut keterangan warga, NT berasal dari keluarga kurang mampu dan selama ini belum mendapatkan penanganan medis secara rutin. 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE - Seorang wanita berinisial NT (27), warga Desa Lawe Loning Hakhapen, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara, yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ), terlihat sering berkeliaran di jalan raya hingga larut malam tanpa pengawasan, Jumat (13/6/2025). 

Kurangnya perhatian dari pihak pemerintah membuat kondisi NT semakin memprihatinkan.

NT yang diketahui belum menikah itu telah kehilangan kedua orang tuanya, sehingga hidup sebatang kara tanpa perlindungan keluarga.

Ia kerap terlihat duduk dan berjalan di tepi jalan nasional yang menghubungkan Aceh Tenggara dengan Sumatera Utara, bahkan pada malam hari.

Kondisi NT yang terlantar dan tanpa pendampingan dikhawatirkan dapat membahayakan dirinya, termasuk berisiko menjadi korban pelecehan seksual oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Menurut keterangan warga, NT berasal dari keluarga kurang mampu dan selama ini belum mendapatkan penanganan medis secara rutin.

Ia juga sering menunjukkan perilaku agresif, seperti melempari rumah warga, jika gangguan jiwanya kambuh.

"Kita sangat sayang melihat NT seorang wanita yang mengalami ODGJ yang kini telantar dan terlunta-lunta.

Ia harusnya mendapatkan perhatian serius dengan pemberian pengobatan rutin dari pemerintah agar tidak berkeliaran hingga larut malam di tepi jalan," ujar Salahuddin dan sejumlah warga desa lainnya kepada TribunGayo.com, Jumat (13/6/2025).

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr Nasrul Zaman MKes, menyoroti kurangnya pendataan dan penanganan terhadap ODGJ di Aceh Tenggara.

“Pemerintah harus mendata jumlah ODGJ di setiap desa, baik laki-laki maupun perempuan, muda ataupun tua.

Banyak dari mereka yang masih terlantar dan tidak mendapat perhatian serius dari dinas terkait. Ini bisa membahayakan diri mereka maupun masyarakat sekitar,” ujar Nasrul Zaman.

Ia juga menambahkan bahwa banyak ODGJ yang berkeliaran di jalan dengan kondisi pakaian tidak layak, bahkan ada yang memperlihatkan aurat secara tidak sengaja di tempat umum.

“Ini sangat memprihatinkan. Pemerintah daerah dan provinsi harus turun tangan, bukan hanya mendata, tapi juga memberikan pengobatan berkelanjutan hingga mereka benar-benar pulih,” tegasnya. (*)

Baca juga: Sambut HUT Bhayangkara, Polres Gayo Lues Gelar Bakti Religi dengan Membersihkan 9 Masjid

Baca juga: Bupati Haili Yoga Lantik dan Mengambil Sumpah 518 PPPK Aceh Tengah

Baca juga: Blok Medan Melawan Panglima GAM

 

 

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved