Kamis, 23 April 2026

Memasuki 1 Muharram 1447 H, Ustad Adi Hidayat Ungkap Cara Menyikapi Tahun Baru Islam Agar Bermakna

Umat muslim akan segera memasuki momentum pergantian tahun Islam dalam penanggalan hijriah pada Kamis (26/6/2025) setelah magrib.

Penulis: Cut Eva Magfirah | Editor: Mawaddatul Husna
TRIBUNGAYO.COM/FIKAR W EDA
TAHUN BARU ISLAM - Masjid Raya Al-Jabbar, Bandung, Jawa Barat, digunakan sebagai ilutrasi umat muslim akan segera memasuki momentum pergantian tahun baru Islam dalam penanggalan hijriah pada Kamis (26/6/2025) setelah magrib. Menyikapi pergantian tahun baru Islam tersebut, Ustad Adi Hidayat mengajak umat Islam untuk menjadikan momen ini sebagai ajang muhasabah dan perenungan diri yang mendalam.  

TRIBUNGAYO.COM - Umat muslim akan segera memasuki momentum pergantian tahun baru Islam dalam penanggalan hijriah pada Kamis (26/6/2025) setelah magrib.

Waktu tersebut menandai masuknya bulan Muharram 1447 Hijriah yaitu tahun baru Islam dan juga berakhirnya bulan Dzulhijjah 1446 H.

Sementara, 1 Muharram 1447 H jatuh pada Jumat (27/6/2025).

Menyikapi pergantian tahun baru Islam tersebut, Ustad Adi Hidayat mengajak umat Islam untuk menjadikan momen ini sebagai ajang muhasabah dan perenungan diri yang mendalam. 

Hal ini ia sampaikan dalam tayangan YouTube resminya @AdiHidayatOfficial yang dikutip pada Kamis (26/6/2025).

Ustad Adi Hidayat menjelaskan bahwa bulan Muharram bukan hanya permulaan tahun baru Islam, tetapi juga awal langkah untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara sebelum kita kembali kepada Sang Pencipta,” ujar Ustad Adi Hidayat.

Ia mengingatkan bahwa manusia sering bersusah payah menyiapkan bekal untuk kehidupan dunia yang sementara, namun lalai menyiapkan bekal untuk kehidupan abadi di akhirat. 

Maka, awal Muharram menjadi saat tepat untuk mengevaluasi prioritas dan fokus hidup.

“Kita harus lebih serius mempersiapkan diri untuk kembali ke tempat yang abadi dan menghadapi evaluasi dari Allah SWT,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Muharram, sebagai bulan mulia, mengandung pesan korektif. 

Umat Islam diajak untuk melakukan muhasabah atau introspeksi terhadap amalan dan perilaku selama setahun terakhir.

“Allah menyediakan waktu-waktu khusus untuk mengevaluasi diri guna membenahi kehormatan kita di hadapan-Nya yang mungkin telah rusak karena perilaku buruk,” jelas Ustad Adi.

Ia menekankan bahwa proses muhasabah bukanlah sekadar rutinitas.

Tetapi langkah penting untuk menata hidup menjadi lebih bermakna dan bermanfaat, terutama dalam konteks ibadah dan kontribusi sosial.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved