Jumat, 1 Mei 2026

Berita Aceh Tengah Hari Ini

Mengintip Bisnis Pertanian Buah Naga di Linge Aceh Tengah

Seorang petani di Gelampang Gading, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, membuktikan bahwa budidaya buah naga bisa menjadi ladang emas baru di tanah Gayo.

Tayang:
Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Sri Widya Rahma
ISTIMEWA
BUAH NAGA - Aceh Tengah yang selama ini dikenal sebagai penghasil kopi Gayo terbaik dunia, kini mulai menunjukkan perkembangan variasi budidaya pertanian yang cukup menjanjikan. Buah naga, komoditas yang relatif baru di dataran tinggi Gayo ini mulai tumbuh sebagai alternatif usaha pertanian yang menguntungkan.  

Laporan Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Aceh Tengah yang selama ini dikenal sebagai penghasil kopi Gayo terbaik dunia, kini mulai menunjukkan perkembangan variasi budidaya pertanian yang cukup menjanjikan.

Buah naga, komoditas yang relatif baru di dataran tinggi Gayo ini mulai tumbuh sebagai alternatif usaha pertanian yang menguntungkan. 

Buah naga  merupakan tanaman dari keluarga kaktusan yang semakin populer dan digemari oleh masyarakat.

Buah ini selain dapat dimakan segar juga dapat dibuat jus, selai dan jenis makanan lainnya, buah ini juga memiliki bentuk dan warna yang menarik, rasanya yang manis, bermanfaat bagi kesehatan dan nilai ekonominya yang tinggi.

Seorang petani di Gelampang Gading, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, membuktikan bahwa budidaya buah naga bisa menjadi ladang emas baru di tanah Gayo.

Petani buah naga yang telah menekuni usaha ini selama 5 tahun, Nusrah berhasil membangun kebun buah naga seluas setengah hektar dengan 350 pohon produktif.

Berbeda dengan kopi Gayo yang sudah berabad-abad menjadi kebanggaan Aceh Tengah, budidaya buah naga tergolong fenomena baru di kawasan ini. 

Namun dalam waktu relatif singkat, komoditas eksotis ini mulai menunjukkan potensinya sebagai sumber pendapatan alternatif yang menjanjikan bagi petani lokal.

Kebun buah naga milik Nusrah yang terletak strategis di desa Gelampang Gading yang berjarak sekitar 1 jam dari pusat Kota Takengon, kini menjadi salah satu sentra produksi buah naga terbesar di kawasan tersebut. 

Dengan 350 batang pohon buah naga yang sudah produktif, Nusrah mampu melakukan panen hampir setiap bulan.

"Kalo untuk prospeknya budidaya buah naga juga termasuk penghasilan yang menjanjikan karna daya beli konsumen juga selalu ada tiap bulannya, asal tekun dan rajin dirawat benar-benar hasilnya kan cepat terlihat," ungkap Nusrah.

Dari segi harga, buah naga yang dihasilkan Nusrah memiliki nilai jual yang cukup kompetitif di pasaran.

Untuk harga di kebun, buah naga dijual seharga Rp 20.000 per kilogram (Kg), sementara untuk harga pasaran mencapai Rp 23.000 per kg. 

Keberhasilan Nusrah tidak lepas dari strategi pemasaran yang jitu.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved