Selasa, 14 April 2026

Berita Aceh Tengah Hari Ini

Petani Kampung Nosar Aceh Tengah Dibekali Ilmu Hadapi Hama Bawang Merah

Namun, akhir-akhir ini para petani dihadapkan pada masalah serius, serangan hama ulat grayak yang merusak tanaman mereka.

Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Mawaddatul Husna
FOTO IST
BERI EDUKASI PETANI - Kegiatan Penguatan Kelompok Tani Penanam Bawang Merah dengan Pemberian Biochar Cangkang Kopi dan Mitigasi Hama Penyakit, di Kampung Nosar, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah, Sabtu (5/7/2025). Sejumlah peneliti dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh turun langsung ke lapangan untuk membantu para petani.  

Laporan Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Kampung Nosar di Kecamatan Bintang, Aceh Tengah, selama ini dikenal sebagai salah satu sentra utama penghasil bawang merah lokal. 

Banyak warga di desa ini menggantungkan hidup sebagai petani bawang merah.

Namun, akhir-akhir ini para petani dihadapkan pada masalah serius, serangan hama ulat grayak yang merusak tanaman mereka.

Melihat kondisi tersebut, sejumlah peneliti dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh turun langsung ke lapangan untuk membantu para petani

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah akademisi ternama seperti Prof Dr Darusman MSc, Prof Dr Alfiansyah Yulianur.

Prof Dr Said Musnadi SE MSi, serta Prof Dr Ir Rina Sriwati, MSi yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Doktor Ilmu Pertanian USK.

“Kami melihat langsung kondisi lahan petani yang diserang hama. Banyak tanaman bawang rusak karena ulat grayak.

Kami datang untuk memberikan edukasi soal cara budidaya yang baik dan bagaimana mengendalikan hama agar tidak menyebar,” ujar Prof Rina saat memberikan penjelasan kepada warga.

Ia menyebut, hama jenis ini sangat mudah menyebar melalui air, angin, udara, bahkan benda-benda yang bersentuhan dengan tanaman.

Karena itu, penting bagi petani untuk memahami cara pencegahan dan pengendalian sejak dini.

Tak hanya bawang merah, beberapa tanaman kopi milik warga Nosar juga turut diserang penyakit, membuat kondisi pertanian masyarakat makin memprihatinkan.

Kegiatan pendampingan ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat seperti Reje Mude Nosar, Reje Kejurun Siah Utama, aparat mukim, genap mupakat, dan para pemuda setempat. 

Setelah sesi penyuluhan, para peneliti bersama aparat kampung turun langsung ke lahan pertanian untuk melihat kondisi nyata dan memberikan arahan di lapangan.

Mengusung tema “Penguatan Kelompok Tani Penanam Bawang Merah dengan Pemberian Biochar Cangkang Kopi dan Mitigasi Hama Penyakit”.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved