Jumat, 5 Juni 2026

Harga Beras

Update Harga Beras per Bambu di Gayo Lues pada Senin 14 Juli 2025

Salah satu pengusaha kilang padi di Kutapanjang Gayo Lues, Edi Syahputra mengatakan bahwa untuk beberapa hari kedepan stok padi digudang masih memadai

Tayang:
Penulis: Rasidan | Editor: Sri Widya Rahma
TRIBUNGAYO.COM/RASIDAN
HARGA BERAS - Penjual beras di pasar Kutapanjang, Gayo Lues, Senin (14/7/2025). Update harga beras di wilayah Kabupaten Gayo Lues, pada Senin (14/7/2025), dilaporkan stabil. 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

TRIBUNGAYO.COM, BLANGKEJEREN - Update harga beras di wilayah Kabupaten Gayo Lues, pada Senin (14/7/2025), dilaporkan stabil.

Meskipun harga beras tercatat stabil, namun masih banyak para ibu rumah tangga yang mengeluh. 

Pasalnya harga beras di Gayo Lues saat ini masih tergolong mahal jika dibandingkan dengan harga sebelumnya.

Diketahui, harga beras di pasar saat ini dijual sebesar Rp 28.000 perbambu.

Berdasarkan pantauan TribunGayo.com, harga jual beras di kilang padi berbeda sebesar Rp 1.000 per bambu, dengan harga di pasar. 

Harga beras di kilang padi saat ini berada di angka Rp 27.000 per bambu.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu ibu rumah tangga di Kutapanjang, Mulyani kepada TribunGayo.com, Senin (14/7/2025). 

"Kami mengambil dan belanja di kilang padi harga beras itu dijual Rp 27.000 perbambu, bahkan itu sudah termasuk untuk beras kualitas yang super dan sangat enak di konsumsi.

Kalau harga di pasar masih berkisar Rp 28.000 perbambu dibeli dari pedagang atau pengecer beras," ujarnya.

Secara terpisah, salah satu pengusaha kilang padi di Kutapanjang, Edi Syahputra mengatakan bahwa untuk beberapa hari kedepan stok padi digudang masih memadai.

"Bahkan kini sejumlah petani di kabupaten tersebut juga sudah mulai memasuki musim panen kembali," pungkasnya.

Lebih lanjut, Edi juga mengungkapkan bahwa meskipun petani telah memasuki musim panen, namun hasil panen kali ini dilaporkan menurun drastis jika dibandingkan sebelumnya.

"Hal itu disebabkan oleh faktor kemarau panjang yang membuat kekeringan dan gama burung pipit," tutupnya. (*)

Baca juga: Hari Pertama Masuk Sekolah di Aceh Tengah, Orang Tua Antusias Antar Anak Demi Dapat Bangku Depan

Baca juga: Wakili Aceh, Sasmaini Asal Bener Meriah Masuk 5 Besar Ajang Putri Pendidikan Indonesia 2025

Baca juga: Orang Tua Diajak Antarkan Anak di Hari Pertama Sekolah, Gubernur Aceh Sampaikan Penegasan Ini

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved