Sabtu, 25 April 2026

Harga Beras

Warga Aceh Tengah Keluhkan Harga Beras yang Kian Melambung

Lonjakan harga beras terjadi di saat sektor pertanian belum memberikan hasil maksimal, sehingga masyarakatmulai kesulitan memenuhi kebutuhan harian.

Penulis: Romadani | Editor: Sri Widya Rahma
TRIBUNGAYO.COM/ROMADANI
HARGA BERAS - Toko kelontong di Kampung Kemili, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (8/7/2025). Harga beras di Kabupaten Aceh Tengah mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir, Senin (14/7/2025).  

Laporan Romadani | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON – Harga beras di Kabupaten Aceh Tengah mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir, Senin (14/7/2025). 

Kenaikan ini dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kalangan ibu rumah tangga, yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan harian karena buah kopi yang belum memasuki musim panen.

Pantauan TribunGayo.com, pada Senin (14/7/2025), sejumlah lokasi penjualan beras di Kota Takengon mulai dari Kampung Kemili, Jalan Yos Sudarso, Pasar Paya Ilang, Pasar Inpres hingga kawasan Jalan Lintang mengalami kenaikan harga.

Harga beras premium ukuran 15 kilogram (Kg) yang sebelumnya dijual Rp 225.000 per karung kini naik menjadi Rp 237.000 per karung. 

Sementara itu, beras jenis biasa juga mengalami peningkatan harga dari Rp 220.000 per karung menjadi Rp 230.000 per karung.

Tak hanya pembelian dalam karung, harga eceran juga naik drastis.

Dari sebelumnya Rp 22.000 per bambu, kini konsumen harus membayar hingga Rp 28.000 per bambu

“Sudah seminggu ini harga terus naik. Kami belum tahu kapan akan turun,” kata seorang pedagang beras di Jalan Yos Sudarso, Jilan.

Kenaikan harga ini menambah beban bagi masyarakat, terutama keluarga dengan pendapatan terbatas. 

Seperti diungkapkan oleh salah satu ibu rumah tangga asal Takengon, Suryani mengatakan bahwa lonjakan harga beras terjadi di saat sektor pertanian belum memberikan hasil maksimal.

“Musim panen kopi belum tiba, sementara kebutuhan harian terus meningkat. Cabe memang turun, tapi beras naiknya keterlaluan. Kami bingung mau makan apa,” keluhnya.

Suryani juga mengungkapkan bahwa beban keuangan keluarganya semakin berat karena harus membiayai anak-anaknya yang masih sekolah dan kuliah.

“Kalau harga beras terus begini, kami makin susah. Penghasilan dari kebun tidak mencukupi. Kami sangat berharap ada langkah dari pemerintah untuk menstabilkan harga,” ujarnya. (*)

Baca juga: Hari Pertama Masuk Sekolah, Orang Tua di Bener Meriah Antar Anak

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik, 14 Juli 2025: Catat Rekor Tertinggi Baru

Baca juga: Harga Beras di Takengon Aceh Tengah Tembus Rp 25 Ribu per Bambu, Warga Khawatir Beras Oplosan

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved