Jumat, 5 Juni 2026

Berita Aceh Hari Ini

Miris! 30 Persen Kasus Pelecehan Anak di Aceh Berasal dari Gayo

Praktisi hukum sekaligus advokat menekankan bahwa banyak kasus kekerasan seksual terhadap anak terjadi karena latar belakang keluarga.

Tayang:
Penulis: Romadani | Editor: Sri Widya Rahma
Dokumen Pribadi/Nourman
KASUS PELECEHAN ANAK - Praktisi hukum sekaligus advokat, Nourman Hidayat SH, Selasa (15/7/2025). Dari total 67 anak binaan yang tengah menjalani masa hukuman, sekitar 30 persen berasal dari wilayah Tanah Gayo, yakni Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. 

Laporan Romadani | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Fakta mencengangkan terungkap dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Banda Aceh.

Dari total 67 anak binaan yang tengah menjalani masa hukuman, sekitar 30 persen berasal dari wilayah Tanah Gayo, yakni Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Sebagian besar dari mereka terlibat kasus pencabulan dan pelecehan seksual.

Praktisi hukum sekaligus advokat, Nourman Hidayat SH, mengaku prihatin atas kondisi ini.

Ia menilai angka tersebut sebagai indikator serius yang mencerminkan adanya masalah mendasar dalam struktur sosial dan ketahanan keluarga di wilayah Gayo.

"Ini angka yang sangat miris. Ada apa dengan kehidupan sosial kita di Gayo? Mengapa begitu banyak kasus pelecehan seksual anak yang berasal dari sini?

Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal kegagalan ketahanan keluarga," ujar Nourman, kepada TribunGayo.com, Selasa (15/7/2025).

Ia mencontohkan, kasus sodomi terhadap santriwati yang sempat menghebohkan publik beberapa waktu lalu, ternyata juga melibatkan pelaku dari Kabupaten Bener Meriah.

Menurutnya, ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah untuk segera bertindak.

Sebagai advokat, Nourman mengaku selama ini fokus mendampingi korban, bukan pelaku.

Dalam dua tahun terakhir, pihaknya juga aktif mendampingi sejumlah korban dan keluarga yang mengalami trauma akibat kasus serupa.

"Kami bersama korban telah menyatakan komitmen untuk terus mendampingi mereka secara hukum dan psikologis. Pemerintah tidak boleh abai.

Kalau ketahanan keluarga hancur, maka anak-anak jadi korban utama," tambahnya.

Nourman menekankan bahwa banyak kasus kekerasan seksual terhadap anak terjadi karena latar belakang keluarga yang bermasalah atau broken home.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved