Kamis, 23 April 2026

Harga Beras

Harga Beras Naik Tapis, Cabai Anjlok, Petani Aceh Tengah Terjepit

Warga di Kabupaten Aceh Tengah yang mayoritasnya sebagai petani mengeluhkan ekonomi semakin terjepit dengan melonjaknya harga beras.

Penulis: Romadani | Editor: Rizwan
TRIBUNGAYO.COM/ROMADANI
HARGA BERAS ACEH TENGAH - Pedagang menjual beras premium dan biasa di Takengon, Aceh Tengah di UD. Sehati di Tansaril. Harga beras mengalami kenaikan di kabupaten itu, Senin (21/7/2025). 

Laporan Romadani | Aceh Tengah 

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Warga di Kabupaten Aceh Tengah yang mayoritasnya sebagai petani mengeluhkan ekonomi semakin terjepit dengan melonjaknya harga beras.

Namun, naiknya harga beras berbanding terbalik dengan hasil panen petani seperti cabai yang dibeli sangat murah.

Diketahui, harga beras premium ukuran 15 kilogram naik hingga Rp 245.000 per karung.

Sebelumnya harga beras hanya berkisar Rp 225.000 hingga Rp 230.000 per karung. 

Kenaikan juga terjadi pada beras biasa, dari Rp 215.000 menjadi Rp 225.000 per karung.

Untuk harga beras sebelumnya Rp 22.000 per bambu kini naik menjadi Rp 28.000 per bambu.

“Pokoknya sekarang seminggu sekali naik Rp 5.000. Seminggu lagi naik lagi Rp 5.000. Mahal kali beras sekarang,” ujar Aqsa, pengelola UD. Sehati di Tansaril, Aceh Tengah kepada Tribungayo.com, Senin (21/7/2025). 

Sementara itu, salah satu petani, Juar mengaku terjepit akibat rendahnya harga jual cabai rawit berkisar Rp 10.000 per kilogram hingga Rp 12.000 per kilogram.

“Jelas kami sangat dirugikan. Biaya tanam dan perawatan tidak tertutupi, apalagi pupuk dan obat-obatan lainnya,” keluh Juar, kepada TribunGayo.com, Senin (21/7/2025).

Ia menambahkan, banyak petani kini enggan memanen karena hasil penjualan tidak mencukupi untuk pengembalian modal.

“Ini tidak adil. Buah kopi belum panen, harapan kami tinggal pada tanaman muda seperti cabai. Tapi harganya murah, sementara harga beras terus naik,” ucapnya.

Juar berharap harga komoditas seperti cabai bisa kembali stabil.

Menurutnya, usai musim panen kopi, masyarakat biasanya beralih ke cabai sebagai sumber penghasilan utama.

“Kalau terus begini, petani bisa gulung tikar. Kami mohon ada solusi agar petani tetap bisa bertahan dan rakyat kecil bisa hidup sejahtera, apalagi sekarang semua kebutuhan pokok makin mahal,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Harga Kopi Arabika Gayo di Aceh Tengah Stabil, Gelondong Rp 18.000 per Bambu

Baca juga: Harga Bawang Merah di Kabupaten Gayo Lues Melonjak Tajam

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved