Jumat, 5 Juni 2026

Harga Kopi

Harga Kopi Arabika Gayo di Aceh Tengah Stabil, Berikut Rincian per Bambu

Harga kopi arabika Gayo di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah masih terpantau stabil hingga Minggu (27/7/2025). 

Tayang:
Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Mawaddatul Husna
TRIBUNGAYO.COM/ALGA MAHATE ARA
MENJEMUR KOPI - Seorang petani sedang menjemur kopi gabah di Simpang Kelaping, Pegasing, Aceh Tengah, Minggu (27/7/2025). Harga kopi arabika Gayo di kabupaten setempat masih terpantau stabil hingga hari ini, namun  terdapat perbedaan harga antar kecamatan tergantung pada kualitas dan kondisi pasar lokal di masing-masing wilayah. 

Laporan Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Harga kopi arabika Gayo di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah masih terpantau stabil hingga Minggu (27/7/2025). 

Namun, terdapat perbedaan harga antar kecamatan tergantung pada kualitas dan kondisi pasar lokal di masing-masing wilayah.

Pantauan TribunGayo.com dan keterangan dari para pelaku usaha kopi menunjukkan bahwa harga kopi gelondong (kopi merah pasca kutip) di sebagian besar wilayah.

Seperti Kecamatan Pegasing, masih berada dikisaran Rp18.000 per bambu.

Namun di beberapa titik lain, harga menunjukkan variasi.

Misalnya, di kawasan Rusip, harga gelondong dilaporkan berada diangka Rp 17.000 per bambu.

Sementara itu, di Bies dan Bintang, harga gelondong tercatat berada pada rentang Rp 18.000 hingga Rp 19.000 per bambu, tergantung kualitas kopi.

Seorang Tauke kopi dari wilayah Pegasing, Aceh Tengah, Zuhriyanto menyebutkan meskipun terjadi perbedaan kecil antar daerah.

Namun harga kopi secara umum tetap stabil dan belum menunjukkan perubahan harga.

“Harga-harga ini masih bertahan. Perbedaan antar kecamatan itu hal biasa, biasanya dipengaruhi kualitas kopi masing-masing lokasi,” ujar Zuhriyanto kepada TribunGayo.com.

Sementara itu, kopi gabah masih berada di kisaran Rp 50.000 per bambu.

Dan green bean asalan (kopi beras siap ekspor) dijual dengan harga Rp 100.000 hingga Rp 102.000 per kilogram, tergantung kualitas dan kadar air.

Zuhriyanto menambahkan bahwa cuaca yang relatif mendukung serta masih adanya permintaan dari luar daerah, terutama untuk ekspor, turut menjaga kestabilan harga di tingkat petani dan pengumpul.

“Kalau cuaca mendukung dan pasokan lancar, harga akan tetap stabil hingga mendekati musim panen,” jelasnya.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved