Kamis, 23 April 2026

Berita Aceh Tengah Hari Ini

Drg Maulidar Harap Pengurus Baru PDGI Aceh Terus Maju Berkontribusi dalam Dunia Kesehatan

drg Maulidar menyampaikan pengalaman terkait organisasi profesi terus menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

Penulis: Romadani | Editor: Budi Fatria
Dok PDGI Aceh
PDGI ACEH GELAR MUSWIL KE VI - Ketua Demisoner Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Aceh Periode 2022-2025, drg Maulidar Sp KG foto bersama dengan drg Supriady R MKes, Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Provinsi Aceh periode 2025-2030 pada Acara Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-VI di Aceh Tengah, Jumat (5/9/2025) malam. 

Laporan Romadani | Aceh Tengah 

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Setelah sukses melaksanakan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-VI di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Ketua Demisoner Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Aceh Periode 2022-2025, drg Maulidar Sp KG berharap kepengurusan baru terus maju dan berkontribusi dalam dunia kesehatan.

"Saya memang tidak mencalonkan lagi dalam Muswil kemarin, di usia saya 55 tahun, sudah saatnya melakukan regenerasi pengurus baru," kata drg Maulidar kepada TribunGayo.com, Sabtu (6/9/2025) malam.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada panitia Muswil ke VI yang berlangsung di Aceh Tengah, pada Kamis (4/9/2025) kemarin, terutama dokter gigi yang ada di Takengon dan Bener Meriah.

"Alhamdulillah, Muswil berjalan sukses, terimakasih saya ucapkan kepada panitia terutama tuan rumah yaitu dokter gigi yang ada di Takengon dan Bener Meriah," katanya.

Sebagai ketua demisioner PDGI Aceh periode 2022-2025, drg Maulidar menyampaikan pengalaman terkait organisasi profesi terus menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

"Tantangan dan kendala pasti ada, baik di pengurus wilayah provinsi maupun cabang di setiap Kabupaten/Kota, berdasarkan musyawarah dan mufakat semua sepakat dokter Supriady menjadi estafet kepemimpinan diharap mampu menjawab tantangan kedepan," jelas drg Maulidar.

Iya juga menyampaikan tantangan PDGI Aceh sebagai organisasi profesi nonprofit harus tetap menjaga kolaborasi baik dengan pemerintah dan terdaftar pada Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) masing-masing cabang.

"Saat ada progaram Bansos, pengabdian kepada masyarakat ini dari kita untuk kita. Namun selama ini kolaborasi terjalin baik dengan pemerintah dan sponsor lain sehingga program PDGI terus berjalan," terangnya.

PDGI Aceh juga membantu masyarakat pada setiap laporan adanya kasus-kasus tertentu mengenai kesehatan mulut dan gigi.

"Artinya PDGI ini berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat melalui pengabdian bukan material yang sifatnya profit, seperti ada laporan dari ketua cabang di daerah, maka wajib kita pantau dan tindak lanjuti," tegasnya.

Selanjutnya, drg Maulidar berharap pemerintah daerah juga mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan fasilitas kelengkapan spesialis gigi dan mulut.

Selain kelengkapan fasilitas, peningkatan sumber daya manusia (SDM) juga merupakan aset daerah yang harus diprioritaskan oleh legislatif dan eksekutif di masing-masing daerah.

Terkait peningkatan SDM, ia berpendapat pemerintah daerah menyediakan kuota beasiswa khusus untuk putra-putri daerah dalam melanjutkan pendidikan spesialis gigi.

"Kalau program pusat ada beasiswa LPDP, namun kuota terbatas dan kualifikasi sangat ketat, kecil sekali kemungkinan bisa diraih oleh putra putri daerah," jelasnya.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved