Jumat, 12 Juni 2026

Berita Aceh Tengah Hari Ini

BPS Aceh Tengah: Inflasi Hantui Kenaikan Pengeluaran Warga Takengon

Inflasi menjadi penyebab utama yang paling membebani, terutama bagi kelompok berpendapatan rendah. 

Tayang:
Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Sri Widya Rahma
TRIBUNGAYO.COM/ALGA MAHATE ARA
ACEH TENGAH - Danau Lut Tawar, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah satu diantara destinasi wisata di Tanoh Gayo. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Tengah merilis data terbaru yang menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita rumah tangga di daerah ini yang mencapai Rp 1.346.480 pada tahun 2024.  

Laporan Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.TAKENGON, COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Tengah merilis data terbaru yang menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita rumah tangga di daerah ini yang mencapai Rp 1.346.480 pada tahun 2024. 

Angka ini naik signifikan dari Rp 1.278.387 pada tahun 2023.

Namun, di balik kenaikan ini, BPS mencatat adanya tantangan serius, terutama terkait inflasi

Kepala BPS Aceh Tengah, Andi Hardiyanto menjelaskan bahwa kenaikan nominal pengeluaran tidak serta-merta mencerminkan peningkatan kesejahteraan riil masyarakat.

"Kenaikan pengeluaran per kapita ini perlu dicermati, karena di saat yang sama, garis kemiskinan juga meningkat," ujar Andi Hardiyanto dalam keterangannya kepada TribunGayo.com, Senin (15/9/2025). 

Data tersebut menggambarkan bahwa masyarakat harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan pokok yang harganya juga terus naik.

Menurut Andi, inflasi menjadi penyebab utama yang paling membebani, terutama bagi kelompok berpendapatan rendah. 

"Sebagian besar pengeluaran mereka habis untuk kebutuhan dasar. Jadi, kenaikan harga sedikit saja langsung menggerus daya beli mereka," tambahnya.

Pada tahun 2024, garis kemiskinan di Aceh Tengah tercatat sebesar Rp 626.090, naik dari Rp 584.683 pada tahun 2023. 

Kondisi ini juga sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk miskin dari 31.680 orang menjadi 31.850 orang.

Andi juga menyoroti perubahan pola konsumsi masyarakat, yang menjadi salah satu pertimbangan dalam survei BPS.

"Kami melakukan Survevei Biaya Hidup setiap lima tahun sekali untuk menangkap pergeseran ini, misalnya konsumsi paket data seluler yang kini menjadi kebutuhan penting.

Pola-pola seperti ini memengaruhi perhitungan biaya hidup secara keseluruhan," pungkasnya. (*)

Baca juga: Pasca Inflasi Aceh Tengah Tertinggi, Hari Ini Pemkab Adakan GPM di Lapangan Sanggamara

Baca juga: Inflasi Aceh Tengah Tertinggi se-Aceh pada Agustus 2025, Pemkab akan Laksanakan GPM di 30 Kampung

Baca juga: Meski Sudah Lakukan Gerakan Pangan Murah, Inflasi Aceh Tengah Masih Tertinggi Agustus 2025

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved