Kamis, 4 Juni 2026

Banjir Aceh Tengah

Banjir Susulan Kembali Hantam Jembatan dan Rumah Warga di Kampung Gemboyah Linge

Bencana itu menyebabkan jembatan penghubung antarkecamatan kembali putus serta berdampak pada puluhan rumah warga.

Tayang:
Penulis: Romadani | Editor: Mawaddatul Husna
ISTIMEWA
BANJIR SUSULAN - Kondisi jembatan di Kampung Gemboyah, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, putus total akibat banjir susulan yang terjadi Jumat (2/1/2026) malam. Selain akses jembatan kembali putus, sebanyak 67 rumah warga ikut terdampak banjir dan sebagian besar masih mengungsi ke rumah kerabat atau tempat lain yang lebih aman. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir susulan kembali menerjang Kampung Gemboyah, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (2/1/2026) malam.
  • Alimin menyampaikan, selain akses jembatan kembali putus, sebanyak 67 rumah warga ikut terdampak banjir dan sebagian besar masih mengungsi ke rumah kerabat atau tempat lain yang lebih aman.
  • Ia juga mengaku, sejak musibah banjir pertama terjadi belum pernah ada pimpinan daerah yang datang melihat langsung kondisi Kampung Gemboyah.

Laporan Wartawan Tribun Gayo Romadani | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON – Banjir susulan kembali menerjang Kampung Gemboyah, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (2/1/2026) malam.

Bencana itu menyebabkan jembatan penghubung antarkecamatan kembali putus serta berdampak pada puluhan rumah warga.

Jembatan yang terletak di Kampung Gemboyah tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung antara Kecamatan Jagong Jeget dan Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Sebelumnya, pada 26 November 2025 banjir bandang sempat meluluhlantakkan jembatan hingga memutus akses kendaraan roda dua dan roda empat.

Salah satu warga setempat, Alimin Linge kepada TribunGayo.com, Sabtu (3/1/2026), mengatakan pihak desa bersama warga sempat bersepakat memperbaiki jembatan secara swadaya dengan mengerahkan satu unit alat berat.

“Kami warga sepakat menyewa alat berat, meski masih berhutang kepada pemilik alat berat, termasuk biaya bahan bakar minyaknya,” kata Alimin.

Inisiatif tersebut sempat berjalan lancar hingga jembatan kembali bisa dilalui warga untuk aktivitas sehari-hari.

Namun, banjir susulan yang kembali terjadi justru menerjang jembatan tersebut dan menyebabkan akses kembali terputus.

Bahkan, permukiman warga di sekitar sungai ikut terdampak.

“Kami masih dihantui musibah banjir. Setiap hujan deras datang, warga selalu mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.

Jembatan Terancam Ambruk

Saat ini, jembatan tersebut tampak mengalami kerusakan parah akibat tergerus derasnya arus banjir.

Sebagian badan jembatan terlihat menggantung dan terancam ambruk.

Aliran sungai yang masih keruh kecokelatan menghantam langsung bagian bawah jembatan dan membawa material lumpur dan kerikil.

Lapisan tanah penyangga di ujung jembatan terkikis, sementara permukaan jembatan dipenuhi endapan lumpur sisa banjir.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved