Pemberlakuan Barcode
Pengisian BBM di Aceh Tengah dan Bener Meriah Kembali Wajib Gunakan Barcode
Pengisian BBM bersubsidi di Aceh Tengah dan Bener Meriah kembali menggunakan barcode dan itu berlaku di seluruh SPBU.
Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Budi Fatria
Ringkasan Berita:
- Sejak Senin (1/2/2026), di SPBU di Aceh Tengah dan Bener Meriah, kembali mewajibkan penggunaan barcode untuk pengisian BBM bersubsidi sebagai bagian dari penormalan distribusi pascabencana.
- Namun, penerapan barcode belum merata, seperti di SPBU Mude Benara Bener Meriah, masih melayani tanpa barcode dengan pembatasan maksimal Rp 300 ribu untuk Pertalite roda empat.
Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
Tribungayo.com, TAKENGON - Dua bulan pascabencana yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di dua kabupaten ini kembali mewajibkan penggunaan barcode mulai Senin (1/2/2026) kemarin.
Pantauan TribunGayo.com di SPBU Nunang Antara, Kecamatan Bebesen, petugas hanya melayani kendaraan yang telah melakukan pemindaian barcode saat melakukan pengisian BBM bersubsidi.
Hal serupa juga terjadi di SPBU Paya Ilang Takengon, Kendaraan yang tidak memiliki barcode tidak dilayani karena sistem dispenser tidak dapat mengeluarkan BBM.
Pengelola SPBU Paya Ilang Takengon, Afri, mengatakan penggunaan barcode kembali diberlakukan sebagai bagian dari penormalan distribusi BBM pascabencana.
"Mulai hari ini, pengisian BBM bersubsidi di Aceh Tengah kembali menggunakan barcode dan itu berlaku di seluruh SPBU di Aceh Tengah,” kata Afri.
Ia menjelaskan, hal tersebut merupakan instruksi dari Pertamina dalam upaya penormalan BBM di Aceh Tengah pascabencana.
Baca juga: Pengungsi di Kampung Kute Reje Aceh Tengah Patungan Uang untuk Beli BBM Hidupkan Genset Tower BTS
Meski demikian, pihak SPBU tidak membatasi jumlah pengisian BBM, baik untuk kendaraan yang membeli BBM bersubsidi Jenis Solar maupun Pertalite.
Menurut Afri, kebijakan tersebut diterapkan secara menyeluruh meskipun Aceh Tengah masih berada dalam masa tanggap darurat yang diperpanjang selama sepekan, terhitung sejak Jumat (30/1/2026) hingga Kamis (5/2/2026).
Di Pusat Kota Takengon sendiri terdapat tiga SPBU, yakni SPBU Paya Ilang, Nunang Antara, dan Kemili.
Di Kota Takengon sendiri terdapat tiga SPBU utama yang melayani kebutuhan BBM masyarakat di pusat kota, yakni SPBU Paya Ilang, SPBU Nunang Antara, dan SPBU Kemili.
Baca juga: Barcode BBM Subsidi Kembali Berlaku di Daerah Bencana, Tapi Ada SPBU Batasi Penjualan
Penerapan Sistem Barcode Belum Merata
Seperti yang terjadi di SPBU Nunang Antara, pengisian BBM bersubsidi jenis Pertalite dibatasi 30 liter untuk kendaraan roda empat dan 3 liter untuk kendaraan roda dua.
Pengelola SPBU Jalan Lintang, Herman, mengatakan pembatasan tersebut dilakukan karena tingginya permintaan masyarakat, meskipun pasokan BBM dari Pertamina telah kembali normal.
"Karena permintaan banyak, meskipun pasokan kita dari Pertamina sudah normal,” kata Herman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Pengisian-BBM-Subsidi-14.jpg)