Selasa, 19 Mei 2026

Berita Aceh Tengah Hari Ini

BBM Subsidi Langka Hingga Sopir Bermalam di SPBU, Pemkab Aceh Tengah Segera Turunkan Tim Khusus

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menggelar rapat koordinasi bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda), pengusaha SPBU

Tayang:
Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Rizwan
ISTIMEWA
PERTEMUAN TERKAIT BBM - Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si memberikan arahan saat memimpin rapat koordinasi terkait kelangkaan BBM di Pendopo Bupati Aceh Tengah, Minggu (17/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menggelar rapat koordinasi bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda), pengusaha SPBU, dan unsur Forkopimda di Pendopo Bupati Aceh Tengah, Minggu (17/5/2026). 
  • Rapat darurat yang dipimpin Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si ini digelar guna menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dalam wilayah tersebut.
  • Bahkan diperparah guna mendapatkan BBM subsidi, sopir harus bermalam di sejumlah SPBU.

Laporan Wartawan Tribungayo Alga Mahate Ara|Aceh Tengah

Tribungayo.com, Takengon - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menggelar rapat koordinasi bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda), pengusaha SPBU, dan unsur Forkopimda di Pendopo Bupati Aceh Tengah, Minggu (17/5/2026). 

Rapat darurat yang dipimpin Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si ini digelar guna menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dalam wilayah tersebut.

Bahkan diperparah guna mendapatkan BBM subsidi, sopir harus bermalam di sejumlah SPBU.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kapolres Aceh Tengah, Sekretaris Daerah, Kepala Samsat, Ketua Organda, Ketua Pengusaha Dump Truk, para pengelola SPBU, perwakilan angkutan barang, serta sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) terkait.

Dalam forum tersebut, Ketua Organda Aceh Tengah, Junaidi, membeberkan carut-marut yang dihadapi para pelaku transportasi dan masyarakat. 

Selain kesulitan memperoleh BBM hingga memaksa para sopir mengantre dan bermalam di SPBU, Junaidi juga menyoroti beban pemberlakuan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 66 persen. 

Kondisi ini diperparah dengan hilangnya insentif angkutan barang dan orang untuk sementara waktu sembari menunggu terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub). 

Organda berharap kendaraan angkutan berpelat nomor lokal Aceh Tengah mendapat perhatian khusus dalam aktivitas transportasi wilayah.

Lebih lanjut, Junaidi juga mengungkap adanya dugaan praktik penimbunan BBM di lapangan.

Modus yang digunakan adalah satu kendaraan melakukan pengisian secara berulang-ulang atau melangsir, yang dinilai menjadi salah satu pemicu utama antrean panjang.

Dugaan tersebut diperkuat oleh keterangan para pengelola SPBU yang hadir. Pengelola SPBU Lemah Kampung Kemili, Dede, mengakui adanya kendaraan jenis dump truk yang membawa jerigen dan melakukan antrean bolak-balik sehingga mengacaukan kelancaran distribusi.

Sementara itu, Herman selaku pengelola SPBU Jalan Lintang mengeluhkan tingginya harga Dexlite serta pasokan Delivery Order (DO) dari Pertamina yang tidak sesuai pengajuan. 

Dari kapasitas 16 ton yang diusulkan, Pertamina hanya mengirimkan sebanyak 8 ton. 

Di sisi lain, Pengelola SPBU Tansaril, Fatmawati, menyebutkan terjadinya pengurangan kuota BBM secara umum. 

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved