Berita Aceh Tenggara Hari Ini
Keterbatasan Armada, DLH Aceh Tenggara Hanya Angkut 30 Ton Sampah per Hari
Akibat keterbatasan tersebut, sampah rumah tangga dari Kecamatan Leuser, Ketambe, Babul Rahmah dan Tanoh Alas belum dapat terangkut seluruhnya.
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Sri Widya Rahma
Ringkasan Berita:
- Produksi sampah harian di Kabupaten Aceh Tenggara mencapai sekitar 114 ton per hari, dengan rata-rata 0,5 kg per orang.
- Kemampuan pengangkutan terbatas, DLH Aceh Tenggara hanya mampu mengangkut sekitar 30 ton per hari ke TPA Desa Selamat Indah, Kecamatan Semadam.
- Keterbatasan armada, tahun 2023 hanya tersedia 7 unit dump truck, bertambah menjadi 12 unit pada 2025, sementara kebutuhan ideal mencapai 35 unit.
- Masyarakat diimbau lebih sadar membuang sampah pada tempat yang disediakan.
Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Produksi sampah rumah tangga dan jenis sampah lainnya di Kabupaten Aceh Tenggara mencapai 114 ton per hari.
Baca juga: Pengamat Soroti Kasus Kekerasan Anak Tinggi di Aceh Tenggara
Rata-rata setiap penduduk diperkirakan menghasilkan sekitar 0,5 kilogram (Kg) sampah per hari.
Namun, dari jumlah tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Tenggara hanya mampu mengangkut sekitar 30 ton sampah setiap harinya.
Keterbatasan Armada Pengangkut Sampah
"Sampah rumah tangga 114 ton per hari. Namun, yang bisa diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Selamat Indah Kecamatan Semadam hanya 30 ton perharinya.
Hal ini karena minimnya fasilitas mobil dump truck," ujar Sekretaris DLH Aceh Tenggara, Sapta Marga kepada TribunGayo.com, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, jumlah mobil dump truck pengangkut sampah pada tahun 2023 hanya sebanyak tujuh unit.
Baca juga: Harga Kakao dan Pinang di Aceh Tenggara Naik Rp 3.000/Kilogram
Pada tahun 2025, jumlah tersebut bertambah menjadi total 12 unit.
Sementara itu, kebutuhan ideal armada dump truck saat ini mencapai sekitar 35 unit.
Akibat keterbatasan tersebut, sampah rumah tangga dari Kecamatan Leuser, Ketambe, Babul Rahmah dan Tanoh Alas belum dapat terangkut seluruhnya.
Selain keterbatasan armada, jarak tempuh yang jauh juga menjadi kendala utama.
Peran Masyarakat dan Dana Desa
Meski demikian, Sapta Marga menyebutkan bahwa Kota Kutacane saat ini tergolong sebagai kota yang bersih.
Ia berharap masyarakat dapat lebih sadar untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan serta berlangganan layanan pengangkutan sampah.
"Contohnya, di Kecamatan Lawe Sigala-gala, dianggarkan dari dana desa untuk membuang sampah rumah tangga yang sampah ini langsung diangkut mobil dump truck dari lokasi yang telah ditentukan di desa.
Mari kita membuang sampah rumah tangga pada tempat yang disediakan. Jangan buang sampah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Alas maupun Sungai Lawe Bulan," imbuhnya. (*)
Baca juga: Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara Desak Disdikbud Tuntaskan Calistung Peserta Didik
sampah
DLH
Armada
Dump Truck
Kutacane
Aceh Tenggara
TribunGayo.com
berita tribun gayo hari ini
berita aceh tenggara hari ini
| GeRAK Aceh Minta Subdit Tipidkor Polda Usut Proyek Pokir Dewan |
|
|---|
| Banjir Bandang di Aceh Tenggara Rusak 53 Rumah, Berikut Rinciannya |
|
|---|
| Lab Komputer SDN Ngkeran Aceh Tenggara Terbengkalai, Pengamat Minta Pendataan hingga Tingkat SMA/SMK |
|
|---|
| Petani di Aceh Tenggara Mulai Kesulitan Memperoleh Pupuk Urea |
|
|---|
| Dramatis! ASN Aceh Tenggara Bantu Ibu Melahirkan Bayi Kembar di Dalam Mobil Penumpang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/tpa-kutacane-aceh-tengggara.jpg)