Berita Aceh Tenggara Hari Ini
GeRAK Aceh Minta Subdit Tipidkor Polda Usut Proyek Pokir Dewan
GeRAK Aceh meminta Tim Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Aceh untuk mengusut proyek dari Pokok Pikiran (Pokir) DPRA sejak 2021 hingga 2025.
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Mawaddatul Husna
Ringkasan Berita:
- GeRAK Aceh meminta Tim Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Aceh untuk mengusut proyek dari pokir DPRA sejak 2021 hingga 2025 di Aceh Tenggara dan Gayo Lues.
- Selain itu, proyek pokir bangunan fisik yang merupakan aspirasi DPR RI Dapil Aceh 1 yang bersumber dari APBN dan proyek DAK serta proyek Program Revitalisasi Satuan Pendidikan oleh Kemendikdasmen.
- Menurutnya, berdasarkan data di lapangan beberapa sekolah tingkat SMA/sederajat, proyek bangunan fisik yang selesai dibangun terbengkalai.
Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh meminta Tim Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Aceh untuk mengusut proyek dari Pokok Pikiran (Pokir) DPRA sejak 2021 hingga 2025 di Kabupaten Aceh Tenggara dan Gayo Lues.
Selain itu juga, proyek pokir bangunan fisik yang merupakan aspirasi DPR RI Dapil Aceh 1 yang bersumber dari dana APBN dan proyek DAK serta proyek pada Program Revitalisasi Satuan Pendidikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Banyak sekali proyek pokir DPRA yang dibangun di sekolah-sekolah jajaran Dinas Pendidikan Aceh sudah selesai dibangun ada yang rusak, dan juga tidak difungsikan sama sekali.
Bahkan, masih banyak proyek fisik lainnya seperti jalan lingkungan, pengadaan sarana dan prasarana, Rehabilitasi gedung, land scape (proyek taman).
Ini artinya, ada proyek-proyek yang memang terindikasi"dititipkan" di sekolah-sekolah.
Bukan menjadi usulan utama atau prioritas yang mendesak dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah baik tingkat SMA/SMK maupun sekolah sederajat lainnya," ujar Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani SHI kepada TribunGayo.com, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, berdasarkan data di lapangan di beberapa sekolah tingkat SMA atau sekolah sederajat lainnya, proyek bangunan fisik yang selesai dibangun terbengkalai.
Bahkan ada yang telah rusak bangunannya seperti di SMAN 1 Darul Hasanah, SMAN Babul Rahmah dan SMAN Tanoh Alas dan sekolah lainnya jajaran Disdik Aceh.
Melihat kondisi ini, GeRAK Aceh mendorong aparat Kepolisian Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Aceh untuk melakukan penyelidikan investigatif terhadap penggunaan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK), Pokir DPRA Dapil 8 maupun Pokir DPR RI Aceh I di Aceh Tenggara dan Gayo Lues.
"Di Aceh Tenggara ada proyek bangunan rumah, pembangunan jalan-jalan pedesaan dan Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).
Dan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Kementerian Pekerjaan Umum dan masih banyak program lainnya," ujar Askhalani.
Mayoritas Tidak Bayar Pajak Galian C
Hal lainnya diungkapkan Ketua DPD LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Aceh, Pajri Gegoh.
Menurutnya, proyek-proyek pembangunan seperti P3-TGAI ini mayoritas tidak membayar pajak Galian C di Pemkab Agara, begitu juga proyek PISEW.
Pekerjaan fisik ini di lapangan, masyarakat banyak yang tidak tahu pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.
| Banjir Bandang di Aceh Tenggara Rusak 53 Rumah, Berikut Rinciannya |
|
|---|
| Lab Komputer SDN Ngkeran Aceh Tenggara Terbengkalai, Pengamat Minta Pendataan hingga Tingkat SMA/SMK |
|
|---|
| Petani di Aceh Tenggara Mulai Kesulitan Memperoleh Pupuk Urea |
|
|---|
| Dramatis! ASN Aceh Tenggara Bantu Ibu Melahirkan Bayi Kembar di Dalam Mobil Penumpang |
|
|---|
| Lumpur Banjir Bandang di Aceh Tenggara belum Dibersihkan, Jalan Nasional Licin dan Rawan Kecelakaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Askhalani-4.jpg)