Jumat, 8 Mei 2026

Berita Aceh Tenggara Hari Ini

SMKN 4 Kutacane Kekurangan Ruang Kelas Baru dan Musala

Nasrul Zaman juga meminta Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Marthalamuddin SPd MSP, untuk menurunkan tim guna menelusuri penggunaan dana BOS.

Tayang:
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Sri Widya Rahma
TribunGayo.com/Asnawi Luwi
SEKOLAH - Beginilah suasana dan lingkungan sekolah di SMKN 4 Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (20/4/2026). Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara saat ini mengalami kekurangan Ruang Kelas Baru (RKB) dan musala. 

Ringkasan Berita:
  • Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara saat ini mengalami kekurangan Ruang Kelas Baru (RKB) dan musala.
  • Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 4 Kutacane, Supian SPd MS, kepada TribunGayo.com pada Senin (20/4/2026), mengatakan bahwa sekolah yang dipimpinnya masih kekurangan dua unit RKB.

Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TribunGayo.com, KUTACANE - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara saat ini mengalami kekurangan Ruang Kelas Baru (RKB) dan musala.

Baca juga: Fasilitas Sekolah di SMA Negeri 1 Lawe Sigala-gala Aceh Tenggara Rusak

Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 4 Kutacane, Supian SPd MS, kepada TribunGayo.com pada Senin (20/4/2026), mengatakan bahwa sekolah yang dipimpinnya masih kekurangan dua unit RKB.

Selain itu, musala yang tersedia sudah tidak mampu lagi menampung seluruh siswa.

Menurutnya, pembangunan musala baru menjadi kebutuhan mendesak, mengingat 100 persen siswa di sekolah tersebut beragama Islam.

Selain itu, pagar sekolah sepanjang sekitar 50 meter juga belum memiliki tembok, sehingga diharapkan dapat segera dibangun demi meningkatkan keamanan lingkungan sekolah.

Saat ini, jumlah siswa di SMKN 4 Kutacane mencapai 132 orang.

Pinjam Bus Pemkab untuk Antar-Jemput Siswa

Supian juga menjelaskan, selama dua tahun terakhir pihak sekolah terpaksa meminjam bus sekolah milik Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Tenggara untuk mengantar dan menjemput siswa dari Kecamatan Tanoh Alas.

Hal ini disebabkan jembatan Pantai Dona yang putus akibat banjir beberapa tahun lalu.

Akibat kondisi tersebut, bus harus melintas melalui Jembatan Lawe Silayakh Pedesi di Kecamatan Bambel, dengan waktu tempuh sekitar satu jam.

"Alhamdulillah, anak-anak sebelum jam 07.00 WIB sudah berkumpul dan dibawa ke sekolah tidak terlambat atau sebelum jam 08.00 WIB siswa itu sudah berada di SMKN 4 Kutacane," ungkapnya.

Supian berharap Pemerintah Aceh dapat memberikan bantuan bus sekolah untuk mendukung kelancaran transportasi siswa SMKN 4 Kutacane.

"Kedepannya, kita berharap ada bantuan bus sekolah dari Pemerintah Aceh untuk SMKN 4 Kutacane," ujarnya.

Baca juga: 12 Toilet di SMAN 2 Kutacane Tak Berpintu dan Kursi Rusak, Kepsek: Kita Terus Membenahi Sekolah

Sekolah Bersih dan Tertib, Kepsek Diapresiasi

Disisi lain, berdasarkan pantauan TribunGayo.com di lapangan, kondisi sekolah terlihat rapi dan bersih, mulai dari halaman, ruang belajar, laboratorium, hingga fasilitas MCK.

Selain itu, siswa tidak terlihat menggunakan handphone di lingkungan sekolah, dan para guru juga tidak menggunakan handphone saat proses belajar mengajar berlangsung.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved