Minggu, 7 Juni 2026

Berita Aceh Tenggara Hari Ini

Miliaran Dana APBN Dikucurkan, Jalan Nasional Berlubang dan Parit Tersumbat tak Tuntas Diperbaiki

Namun, hingga saat ini jalan di kawasan tersebut masih banyak yang berlubang, jalan amblas, retak-retak buaya dan jalan kriting.

Tayang:
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Mawaddatul Husna
TribunGayo.com/Asnawi Luwi
SALURAN PARIT TERSUMBAT - Kondisi saluran parit tersumbat dan rumput di bahu jalan tak dipangkas di lintasan jalan Aceh Tenggara menuju Medan, Kamis (4/6/2026). Kondisi ini terlihat di beberapa desa, antara lain Desa Darul Aman, Batu Dua Ratus, Lawe Tua Makmur, Lawe Petanduk, Lawe Loning Aman, Lawe Loning Hakhapen, dan Desa Titi Pasir. 

Ringkasan Berita:
  • Ketua Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara, Dahrinsyah mengatakan, hasil pemantauan mereka sejak 2023 hingga 2025 sejumlah jalan Nasional yang berlubang tak tuntas diperbaiki.
  • Seperti di Desa Biakmuli, Lawe Dua, Lawe Tua Makmur, Kuning, Titi Pasir, Rikit Bur dan sejumlah lokasi lainnya.
  • Kerusakan jalan Nasional paling banyak terlihat di wilayah Kabupatan Aceh Tenggara yang tersebar di Kecamatan Lawe Sigala, Babul Makmur, Semadam, Bambel, Bukit Tusam, Babussalam, Ketambe dan Badar.

Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TribunGayo.com, KUTACANE - Anggaran dana APBN setiap tahunnya dikucurkan untuk pemeliharaan rutin perbaikan jalan Nasional dan saluran parit pada ruas batas Gayo Lues dan Sumatra Utara (Sumut).

Namun, hingga saat ini jalan di kawasan tersebut masih banyak yang berlubang, jalan amblas, retak-retak buaya dan jalan kriting.

Bukan hanya itu, saluran parit di sejumlah lokasi di lintasan nasional bertahun-tahun tersumbat material bebatuan dan lumpur serta ditumbuhi rumput.

Sehingga setiap musim hujan jalan nasional tergenang dan rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Ketua Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara, Dahrinsyah mengatakan, hasil pemantauan mereka sejak 2023 hingga 2025 sejumlah jalan Nasional yang berlubang tak tuntas diperbaiki.

Seperti di Desa Biakmuli, Lawe Dua, Lawe Tua Makmur, Kuning, Titi Pasir, Rikit Bur dan sejumlah lokasi lainnya.

Kerusakan jalan Nasional paling banyak terlihat di wilayah Kabupatan Aceh Tenggara yang tersebar di Kecamatan Lawe Sigala, Babul Makmur, Semadam, Bambel, Bukit Tusam, Babussalam, Ketambe dan Badar.

Jalan nasional ini awalnya hanya berlubang kecil, namun lama-kelamaan kian membesar hingga merusak kendaraan bermotor yang melintas.

Saluran Parit Tersumbat

Tak hanya itu, saluran parit di sejumlah titik di Aceh Tenggara juga tersumbat dan ditumbuhi rumput. 

Kondisi ini terlihat di beberapa desa, antara lain Desa Darul Aman, Batu Dua Ratus, Lawe Tua Makmur, Lawe Petanduk, Lawe Loning Aman, Lawe Loning Hakhapen, dan Desa Titi Pasir.

Menurutnya, pihak BPJN Aceh memang terlihat melakukan penambalan (patching) jalan dan perbaikan parit yang tersumbat.

Namun, pengerjaan tersebut terkesan tebang pilih dan lompat-lompat.

Lokasi yang mudah dikerjakan didahulukan, sementara titik kerusakan lain justru terabaikan.

Akibatnya perbaikan tidak merata dan tidak berbasis pada skala prioritas kerusakan atau keluhan masyarakat.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved