Keber Imigrasi Takengon
Peringati Hari Bhakti Imigrasi ke-76, Imigrasi Takengon Bangun Sumur Bor di 2 Desa Terdampak Bencana
Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Takengon menghadirkan solusi kebutuhan dasar bagi warga terdampak melalui pembangunan sumur bor di dua kampung.
Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Mawaddatul Husna
Ringkasan Berita:
- Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Takengon menghadirkan solusi kebutuhan dasar bagi warga terdampak melalui pembangunan sumur bor di dua kampung yakni Mendale, Kecamatan Kebayakan dan Toweren Uken, Kecamatan Lut Tawar, Kamis (26/2/2026).
- Hampir 100 kepala keluarga (KK) tercatat menjadi korban dalam peristiwa tersebut, dengan salah satu persoalan utama yang dihadapi warga adalah kesulitan memperoleh air bersih.
TribunGayo.com, TAKENGON - Upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Aceh Tengah terus bergulir.
Kali ini, Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Takengon menghadirkan solusi kebutuhan dasar bagi warga terdampak melalui pembangunan sumur bor di dua kampung yakni Mendale, Kecamatan Kebayakan dan Toweren Uken, Kecamatan Lut Tawar, Kamis (26/2/2026).
Dua kampung tersebut terdampak bencana longsor dan banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera pada November 2025.
Hampir 100 kepala keluarga (KK) tercatat menjadi korban dalam peristiwa tersebut, dengan salah satu persoalan utama yang dihadapi warga adalah kesulitan memperoleh air bersih.
Bantuan sumur bor diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Takengon, T Teguh Abdi dan turut disaksikan Kepala Bidang Dokumen Perjalanan, Izin Tinggal, dan Status Keimigrasian Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh, Ferizal.
Program ini merupakan bagian dari bakti sosial Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Imigrasi ke-76.
Melalui kegiatan tersebut, jajaran Imigrasi Takengon menunjukkan peran aktif institusi dalam membantu masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan administrasi, tetapi juga aksi sosial kemanusiaan.
T Teguh Abdi menyampaikan, penyediaan sumur bor menjadi bentuk komitmen pihaknya dalam mendukung pemulihan pascabencana, terutama dengan memastikan ketersediaan air bersih sebagai kebutuhan vital masyarakat.
“Semoga dengan ketersediaan air bersih yang terjamin, dapat mengurangi kekhawatiran akan sanitasi dan kesehatan.
Sehingga warga bisa fokus menata kembali masa depan yang lebih baik setelah ujian bencana yang melanda,” ujarnya.
Warga Alami Kesulitan Air Bersih
Sementara itu, Reje Kampung Mendale, Syaifullah, mengungkapkan bahwa sejak bencana November 2025, warga mengalami kesulitan air bersih karena sumber air yang ada menjadi keruh dan tidak layak pakai.
“Setelah terjadinya bencana, setiap hari airnya keruh dan tidak dapat digunakan lagi,” katanya.
Menurutnya, kehadiran sumur bor dengan sumber air yang lebih jernih dan layak konsumsi sangat membantu aktivitas warga sehari-hari.
Pemerintah kampung pun berkomitmen menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Penyerahan bantuan berlangsung tertib dan lancar.
| Prakiraan Cuaca Aceh Tengah Besok 28 April 2026, Mayoritas Alami Hujan Ringan |
|
|---|
| Prediksi Cuaca Bener Meriah Besok 28 April 2026, Hujan Ringan Terjadi di Beberapa Wilayah |
|
|---|
| Pajak Kendaraan Dukung Pembangunan Daerah, Warga Aceh Tengah Diminta Gunakan Plat BL-G |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Gayo Lues Besok 28 April 2026, Hujan Ringan Dominasi Sejumlah Wilayah |
|
|---|
| Menjelang Lebaran Idul Adha, Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Rp 43.000/Kg |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/pembangunan-sumur-bor-di-dua-kampung.jpg)