Sejarah PT Aceh Tengah
Saham Dibeli dengan Padi dan Beras, Logo Gunung Tige
PT Aceh Tengah berdiri pada 6 November 1946 dalam satu rapat pendiri atau perintis di Mersah Pendidikan Islam (PI) Kampung Hakim Bale Bujang Takengon
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jafaruddin
Laporan Fikar W.Eda I Jakarta
TRIBUNGAYO.COM, JAKARTA - Di Kabupaten Aceh Tengah pernah berdiri sebuah perusahaan perseroan, diberi nama PT Aceh Tengah.
Salah satu perusahaan tertua di Provinsi Aceh.
PT Aceh Tengah berdiri pada 6 November 1946 dalam satu rapat pendiri atau perintis di Mersah Pendidikan Islam (PI) Kampung Hakim Bale Bujang Takengon.
Catatan sejarah berdirinya perusahaan PT Aceh Tengah ini dikutip dari sebuah manuskrip ditulis oleh M. Kasim Amin pada 1994.
M Kasim Amin adalah salah seorang pendiri PT Aceh Tengah.
Ia menjabat Wakil Direktur pada periode kepemimpinan Direktur Tgk Abdul Djalil, dan kemudian menjabat Direktur setelah Tgk Abdul Djalil meninggal dunia. Berikut catatannya.
329 Pemegang Sero Perintis:
Baca juga: Peringati Bulan Bung Karno, Megawati Minta Rakyat Pilih Pemimpin Tak Hanya Melihat dari Tampangnya
Setelah perusahaan berjalan selama 3 tahun, pada hari Senin tanggal 28 November 1949 atas nama dan kuasa lisan dari sebanyak 329 orang pemegang sero perintis, oleh 4 orang.
Diantaranya yang terdiri dari Haji Mahmud, Kali Abu Bakar, Mursyid dan Muhammad Kasim Amin, yang menghadap notaris Mangraja Parlindungan di Kutaraja untuk membuat akta pendirian sekaligus mohon pengakuan badan hukum.
Akhirnya pengakuan badan hukum disahkan dan dicantumkan dalam Lembaran Berita Negara RI tanggal 7 Februari 1956 di bawah nomor 11.
Dalam akte notaris yang baru ini ketentuan pembagian keuntungan mendapat perubahan dengan tambahan beberapa pos lagi dan dana untuk pos amal menjadi 10 persen sesuai dengan keadaan dewasa itu.
Kemudian umur perseroan ditetapkan selama 75 tahun, yaitu kira-kira sama dengan umur sebuah generasi.
Baca juga: Bermula dari NV Atjeh Tengah Dilandasi Surat Al-Maun
Dipilihnya nama Aceh Tengah ketika itu bermula dari rasa rendah diri karena pada waktu itu Kabupaten Aceh Tengah yang terdiri dari tiga kewedanaan yaitu Kewedanaan Tanah Alas.
Kewedanaan Gayo Lues dan Kewedanan Takengon kurang terkenal dan masih dianggap terbelakang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Bus-Penumpang-PT-Atjeh-Tengah.jpg)