Kamis, 4 Juni 2026

Berita Bener Meriah Hari Ini

Penyuluh Kehutanan Aceh Perkuat Konservasi Gajah Sumatera melalui Program PECI

Penetapan ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian gajah Sumatera, sekaligus menjawab tuntutan global untuk konservasi.

Tayang:
Penulis: Romadani | Editor: Budi Fatria
TribunGayo.com/Romadani
KONSERVASI GAJAH - Kementerian Kehutanan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) menggelar temu penyuluh kehutanan dengan tema "Peran Penyuluh Kehutanan dalam Konservasi Gajah untuk Mendukung Program PECI" di Conservation Response Unit (CRU) Daerah Aliran Sungai Peusangan, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (24/9/2025). 

Laporan Romadani | Bener Meriah

TRIBUNGAYO.COM, REDELONG - Kementerian Kehutanan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) menggelar Temu Penyuluh Kehutanan dengan tema "Peran Penyuluh Kehutanan dalam Konservasi Gajah untuk Mendukung Program PECI" di Conservation Response Unit (CRU) Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (24/9/2025).

Kegiatan ini melibatkan 50 penyuluh kehutanan dari berbagai instansi sebagai bagian dari dukungan terhadap Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI), sebuah program konservasi gajah Sumatera yang mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kehutanan.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, sebelumnya telah menetapkan sebagian kawasan hutan tanaman industri seluas 98.000 hektare di Takengon, Aceh Tengah, sebagai wilayah konservasi gajah. 

Penetapan ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian gajah Sumatera, sekaligus menjawab tuntutan global untuk memperkuat konservasi satwa langka.

Dalam kegiatan ini, Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid, menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam menyukseskan program konservasi.

"Dari kegiatan ini kita sama-sama mendengarkan keluhan, kendala, serta menyerap aspirasi dan informasi langsung dari para penyuluh di lapangan. Dengan begitu, kita bisa merespons permasalahan secara cepat dan tepat,” ujar TA Khalid.

Kepala BP2SDM Kementerian Kehutanan, Indra Exploitasia Semiawan, menekankan pentingnya peran strategis penyuluh kehutanan sebagai ujung tombak pemberdayaan masyarakat dalam mendukung upaya konservasi.

"Penyuluh adalah fasilitator, edukator, dan pendamping masyarakat. Harapan kami ke depan, program ini dapat terintegrasi, tidak hanya dari Kementerian, penyuluh juga tidak dapat bekerja sendiri, maka semua pihak harus berkolaborasi dan bersinergi. Mari bersama-sama mewujudkan visi Presiden Prabowo untuk hutan lestari dan masyarakat sejahtera", ungkap Indra.

Melalui BP2SDM, Kementerian Kehutanan mengerahkan puluhan penyuluh kehutanan untuk memperkuat peran mereka sebagai pendamping masyarakat dalam pelaksanaan PECI.

Program ini tidak hanya fokus pada konservasi, tetapi juga mengintegrasikan aspek sosial, budaya, dan ekonomi lokal termasuk pemberdayaan Kelompok Tani Hutan (KTH) melalui skema perhutanan sosial.

Dengan mengusung visi: “Hutan Lestari, Gajah Terlindungi, Masyarakat Sejahtera”, Program PECI diharapkan menjadi model kolaborasi konservasi yang dapat memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang serius dalam menjaga kelestarian hutan tropis dan satwa endemik, khususnya gajah Sumatera. (*)

Baca juga: Bawaslu Aceh Tengah Gelar Penguatan Kelembagaan Pengawasan Pemilu

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved