Banjir Bener Meriah
HIMABEM-SU: “Bener Meriah Menjerit, Negara Harus Hadir Sekarang”
Himpunan Mahasiswa Bener Meriah Sumatera Utara (HIMABEM-SU) menyampaikan seruan darurat kepada pemerintah pusat.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Rizwan
Ringkasan Berita:
- Himpunan Mahasiswa Bener Meriah Sumatera Utara (HIMABEM-SU) menyampaikan seruan darurat kepada pemerintah pusat.
- Mereka meminta pemerintah pusat untuk segera turun tangan menangani bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Bener Meriah dan kawasan Aceh Tengah.
- Memasuki hari kelima sejak bencana terjadi, kondisi di lapangan semakin memprihatinkan, sementara akses informasi dan pertolongan masih sangat terbatas.
Laporan Wartawan TribunGayo Fikar W. Eda I Sumut
TribunGayo.Com, MEDAN - Himpunan Mahasiswa Bener Meriah Sumatera Utara (HIMABEM-SU) menyampaikan seruan darurat kepada pemerintah pusat.
Mereka meminta pemerintah pusat untuk segera turun tangan menangani bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Bener Meriah dan kawasan Aceh Tengah.
Memasuki hari kelima sejak bencana terjadi, kondisi di lapangan semakin memprihatinkan, sementara akses informasi dan pertolongan masih sangat terbatas.
Ketua Umum HIMABEM-SU, Mulyani, mengungkapkan bahwa hingga hari ini belum ada tanda-tanda bantuan dari pemerintah pusat yang benar-benar menjangkau masyarakat terdampak.
Dengan akses darat yang sepenuhnya terputus, warga hanya mengandalkan persediaan terbatas yang semakin menipis.
“Sudah lima hari warga bertahan tanpa kepastian. Bantuan dari pusat belum masuk sama sekali. Komunikasi terputus, informasi minim, dan masyarakat hidup dalam kecemasan. Ini situasi yang sangat gawat,” tegas Mulyani.
Menurut laporan yang diterima HIMABEM-SU, longsor besar dan banjir telah menutup seluruh jalur utama menuju wilayah Tengah Aceh.
Kondisi ini membuat pengiriman bantuan melalui jalur darat mustahil dilakukan.
“Jalur udara adalah satu-satunya harapan. Pemerintah harus segera mengerahkan helikopter untuk membawa makanan, obat-obatan, selimut, dan kebutuhan mendesak lainnya. Setiap penundaan bisa berakibat fatal,” jelasnya.
HIMABEM-SU juga meminta pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh untuk bergerak cepat dalam koordinasi, termasuk BNPB dan instansi terkait, agar proses evakuasi, penyaluran bantuan, dan mitigasi risiko dapat dilakukan dengan efektif.
Selain itu, HIMABEM-SU mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi sosial, komunitas mahasiswa, dan relawan di berbagai daerah untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan dalam menghadapi bencana ini.
“Warga Bener Meriah sedang berada pada titik paling rentan. Solidaritas dan tindakan cepat adalah kunci. Kita tidak boleh membiarkan mereka menghadapi bencana ini sendirian,” tutup Mulyani.(*)
Baca juga: Situasi Darurat di Kecamatan Permata Bener Meriah, Stok Beras Menipis
Baca juga: 38 Jembatan Putus Diterjang Banjir, Akses Masuk Bener Meriah Masih Lumpuh Total
| Dahsyatnya Dampak Banjir dan Longsor Bener Meriah, Butuh Rp7,3 Triliun untuk Bangkit Kembali |
|
|---|
| Pramuka Kwarda Aceh Distribusikan 13 Ton Bantuan ke Korban Bencana Bener Meriah |
|
|---|
| Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Pemkab Bener Meriah Uji Publik Data Kerusakan Bencana |
|
|---|
| Jalan Amblas Lintas Bireuen-Takengon di Bener Meriah Mulai Diperbaiki |
|
|---|
| Huntara 204 Unit untuk Pengungsi Banjir dan Longsor di Desa Tunyang Bener Meriah Terus Dipacu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Ketua-Umum-HIMABEM-SU-Mulyani.jpg)