Jumat, 22 Mei 2026

Banjir Landa Bener Meriah

1.792 Unit Rumah Warga Rusak di Bener Meriah, Pemkab Mulai Finalisasi Data Hunian Sementara

Dikatakan, hingga saat ini tercatat sebanyak 1.792 unit rumah warga di Bener Meriah mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi.

Tayang:
Penulis: Bustami | Editor: Mawaddatul Husna
TribunGayo.com/Bustami
BANJIR BANDANG - Bencana banjir bandang yang terjadi pada Rabu (26/11/2025) pagi telah menyapu bersih rumah warga di seputaran aliran sungai di Kampung Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah. Hingga saat ini tercatat sebanyak 1.792 unit rumah warga di Bener Meriah mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi, Kamis (25/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah kini mulai melakukan finalisasi data kebutuhan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda kabupaten setempat.
  • Hingga saat ini tercatat sebanyak 1.792 unit rumah warga di Bener Meriah mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi. 
  • Namun dari jumlah tersebut 854 unit rumah berstatus rusak berat, 317 unit rumah rusak sedang, dan 566 unit rumah rusak ringan.

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah 

TribunGayo.com, REDELONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah kini mulai melakukan finalisasi data kebutuhan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda kabupaten setempat.

Langkah ini dilakukan Pemkab Bener Meriah untuk memastikan masyarakat terdampak segera mendapatkan hunian yang layak, aman dan memenuhi standar kesehatan.

Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi mengatakan pembangunan Huntara menjadi prioritas utama pemerintah daerah saat ini selain upaya penanganan bencana yang masih berada pada masa tanggap darurat. 

"Pembangunan huntara adalah kebutuhan paling mendesak bagi korban bencana.

Ini menyangkut kehidupan yang layak, kesehatan, serta pemenuhan hak-hak dasar masyarakat, terutama anak-anak dan perempuan," ujarnya, Kamis (25/12/2025).

RUMAH RUSAK - Kondisi rumah warga rusak usai dihantam bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Bener Meriah, Rabu (3/12/2025).
RUMAH RUSAK - Kondisi rumah warga rusak usai dihantam bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Bener Meriah, Rabu (3/12/2025). (TribunGayo.com/Bustami)

Dikatakan, hingga saat ini tercatat sebanyak 1.792 unit rumah warga di Bener Meriah mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi. 

Namun dari jumlah tersebut 854 unit rumah berstatus rusak berat, 317 unit rumah rusak sedang, dan 566 unit rumah rusak ringan.

Sementara proses finalisasi data hunian sementara tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah yang memiliki peran masing-masing. 

Pihak-pihak yang terlibat antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pertanahan Kabupaten Bener Meriah.

Rumah Rusak Berat Diprioritaskan

Berdasarkan data bantuan hunian sementara akan diprioritaskan bagi masyarakat yang mengalami kerusakan rumah kategori berat. 

"Untuk rumah dengan kategori rusak sedang dan ringan yang masih memungkinkan untuk ditinggali, maka tidak akan ditempatkan di hunian sementara," ungkapnya.

Namun demikian, bagi masyarakat dengan rumah rusak ringan dan sedang yang secara lokasi sudah tidak aman atau berisiko tinggi untuk dihuni kembali.

Maka pemerintah daerah akan melakukan relokasi sementara ke hunian sementara yang akan disiapkan.

Terkait pembangunan kembali rumah warga terdampak, Ilham Abdi lalu menegaskan bahwa hal tersebut belum dilakukan pada masa tanggap darurat saat ini.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved