Jumat, 5 Juni 2026

Status Gunung Burni Telong

Status Siaga, Aktivitas Vulkanik Gunung Api Burni Telong di Bener Meriah Masih Tinggi

Sebelumnya pada Selasa (30/12/2025), Badan Geologi resmi meningkatkan status Gunung Burni Telong dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Tayang:
Penulis: Bustami | Editor: Mawaddatul Husna
TribunGayo.com/Bustami
STATUS BURNI TELONG - Warga sedang beraktivitas dengan latar Gunung Api Burni Telong, Kabupaten Bener Meriah. Pada Selasa (30/12/2025), Badan Geologi resmi meningkatkan status Gunung Burni Telong dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). 

Ringkasan Berita:
  • Sebelumnya pada Selasa (30/12/2025), Badan Geologi resmi meningkatkan status Gunung Burni Telong dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
  • Kenaikan status ini dipicu oleh rangkaian gempa di Bener Meriah yang diikuti peningkatan aktivitas vulkanik secara signifikan.
  • Meningkatnya aktivitas Burni Telong memicu kepanikan warga, terutama setelah serangkaian gempa mengguncang kawasan tersebut.
  • Hingga saat ini, sebanyak 2.500 warga telah dievakuasi ke titik-titik pengungsian.

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG – Aktivitas kegempaan di Gunung Api Burni Telong hingga saat ini dilaporkan masih fluktuatif, baik untuk jenis gempa vulkanik maupun tektonik.

Sebelumnya pada Selasa (30/12/2025), Badan Geologi resmi meningkatkan status Gunung Burni Telong dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Kenaikan status ini dipicu oleh rangkaian gempa di wilayah Bener Meriah yang diikuti peningkatan aktivitas vulkanik secara signifikan.

Sebagai informasi, Level III (Siaga) merupakan tahap krusial karena hanya berjarak satu tingkat sebelum mencapai level tertinggi, yaitu Level IV (Awas) atau fase erupsi.

BURNI TELONG NAIK LEVEL II - File foto penampakan Gunung Burni Telong dari arah Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (12/2/2022).
BURNI TELONG - File foto penampakan Gunung Burni Telong dari arah Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (12/2/2022). (TribunGayo.com/Budi Fatria)

Data Kegempaan Dua Hari Terakhir

Berdasarkan data yang dihimpun TribunGayo.com, Jumat (2/1/2026) dari Pos Pengamatan Gunung Api Burni Telong, geliat kegempaan masih terus terjadi pasca-kenaikan status.

  • Rabu (31/12/2025): Tercatat 27 kali gempa vulkanik dalam, 20 kali gempa vulkanik dangkal, 5 kali gempa tektonik lokal, dan 1 kali gempa tektonik jauh.
  • Kamis (1/1/2026): Tercatat 21 kali gempa vulkanik dalam, 6 kali gempa vulkanik dangkal, dan 1 kali gempa tektonik lokal.
GUNUNG API NAIK LEVEL - Suasa warga mengungsi di posko pengungsian Kampus USK Kampung Mekar Ayu, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, usai Gunung Burni Telong meningkat jadi level siaga, Rabu (31/12/2025).
GUNUNG API NAIK LEVEL - Suasana warga mengungsi di posko pengungsian Kampus USK Kampung Mekar Ayu, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, usai Gunung Burni Telong meningkat jadi level siaga, Rabu (31/12/2025). (TribunGayo.com/Bustami)

2.500 Warga Mulai Mengungsi

Meningkatnya aktivitas Burni Telong memicu kepanikan warga, terutama setelah serangkaian gempa mengguncang kawasan tersebut.

Hingga saat ini, sebanyak 2.500 warga Kabupaten Bener Meriah telah dievakuasi ke titik-titik pengungsian.

Bupati Bener Meriah, Tagore Abu Bakar, menjelaskan bahwa pengungsi kini tersebar di beberapa lokasi seperti Rongka, Simpang Balik, dan Lampahan.

"Warga mulai mengungsi sejak dini hari setelah merasakan getaran gempa yang cukup kuat.

Seharusnya evakuasi hanya dilakukan untuk warga Desa Pantan Pediangen dan Rembune.

Namun kepanikan meluas hingga ke Desa Bandar Lampahan dan Damaran," kata Tagore saat mendampingi Kepala BNPB meninjau lokasi pengungsian di Universitas Syiah Kuala (USK) Lampahan, Rabu (31/12/2025).

Dukungan Pemerintah Pusat

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, turun langsung ke lokasi untuk menyerahkan bantuan logistik dan mendengarkan keluhan warga di tenda pengungsian.

"Kami telah menginformasikan kepada masyarakat bahwa status gunung saat ini adalah Level III. 

Kami berharap kondisi ini segera membaik sehingga statusnya bisa turun kembali ke Level II dan masyarakat dapat pulang ke rumah masing-masing," kata Suharyanto.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved