Sabtu, 18 April 2026

Berita Bener Meriah Hari Ini

Mahasiswa USK Lakukan KPM di Lampahan Timur Bener Meriah

Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang tergabung dalam tim Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) BSPD memulai program Pengabdian

Penulis: Bustami | Editor: Rizwan
ISTIMEWA
KPM MAHASISWA USK - Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang tergabung dalam tim Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) BSPD resmi memulai program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Mahasiswa Berdampak di Gampong Lampahan Timur, Bener Meriah, Selasa (10/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang tergabung dalam tim Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) BSPD memulai program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Mahasiswa Berdampak di Gampong Lampahan Timur, Bener Meriah.
  • Program tersebut diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
  • Dimana dalam program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat tangguh bencana melalui integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dan sistem geospasial
 

Laporan Wartawan Tribungayo.com Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang tergabung dalam tim Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) BSPD memulai program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Mahasiswa Berdampak di Gampong Lampahan Timur, Bener Meriah.

Program tersebut diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Dimana dalam program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat tangguh bencana melalui integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dan sistem geospasial. 

Ketua Pengabdi dan Dosen Pembimbing dari USK, Ir. Freddy Sapta Wirandha, S.T., M.Eng menyampaikan jika program ini dapat berdampak nyata dalam pemulihan pascabencana serta peningkatan ketangguhan masyarakat secara berkelanjutan.

"Besar harapan kami program ini dapat memberikan dampak nyata bagi kampung Lampahan Timur," ujarnya dalam keterangan dikirim ke TribunGayo.com, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, kegiatan diawali dengan sosialisasi yang dilaksanakan di Meunasah Al Aqsa, meski kondisi bangunan masih menunjukkan kerusakan fisik.

Hal ini akibat bencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir Desember 2025 lalu, tapi antusiasme warga tetap tinggi. 

Dalam sosialisasi itu, Ketua Tim Rafi Gustian Ridho Hidayat, memaparkan lima program prioritas yang akan dijalankan.

Mulai dari pemetaan geospasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk jalur evakuasi dan zonasi rawan bencana, hingga identifikasi sumber air bersih bawah permukaan.

​Selain aspek pemetaan, tim juga akan mengimplementasikan teknologi inovatif berupa pengembangan sumber air bersih berbasis tenaga surya dan IoT. 

Kemudian penguatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi fokus utama melalui edukasi mitigasi bencana, ketahanan sosial-ekonomi, serta perencanaan logistik keluarga dalam kondisi darurat. 

"Kita juga berupa menjaga keberlanjutan program, dengan akan mendampingi pembentukan Kelompok Masyarakat Sadar Bencana (POKDARNA) dan mendorong penyusunan Qanun Gampong tentang mitigasi bencana agar desa memiliki regulasi yang kuat dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan," bebernya.

Sementara itu, Reje Gampong Lampahan Timur, Fadli, menyambut hangat kehadiran tim lintas disiplin ilmu ini dan menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kelancaran program di lapangan. 

Selain bekerja bersama warga, tim PKM USK juga akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dan Pusat Riset STEM USK untuk merumuskan strategi Build Back Better. 

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved