Berita Bener Meriah Hari Ini
Meski Diguyur Hujan, Warga Bener Meriah Tetap Bertahan Antre BBM di SPBU
Antrean panjang kendaraan masih memadati Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pante Raya, Kabupaten Bener Meriah pada Jumat (6/3/2026).
Penulis: Bustami | Editor: Mawaddatul Husna
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil pada Senin (2/3/2026) di Istana Presiden, merespons ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Alih-alih menenangkan, isu cadangan energi ini memicu kekhawatiran warga akan terjadinya kelangkaan dalam waktu dekat.
Pantauan di lapangan sejak kemarin hingga hari ini menunjukkan warga terus memadati area pengisian bahan bakar di SPBU Pante Raya.
Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, yang terlihat mengular hingga ke bahu jalan raya.
Tak hanya di SPBU dan Pertashop, pedagang BBM eceran jenis Pertamax turut diserbu warga, yang didominasi kaum ibu-ibu.
Para pembeli terlihat membawa jeriken hingga kantong plastik untuk menampung BBM.
Pertamina: Informasi Kekosongan BBM Hoaks
Sementara merespons kondisi tersebut, pihak Pertamina melalui perwakilannya di Bener Meriah , Cucun, menegaskan bahwa informasi mengenai kekosongan stok BBM maupun Bahan Bakar Khusus (BBK) adalah berita bohong atau hoaks.
Dalam klarifikasi via telepon pada Kamis (5/3/2026) Pertamina memastikan proses penyaluran energi ke wilayah Bener Meriah tetap berjalan normal tanpa kendala.
Hingga saat ini, belum ada instruksi atau perubahan regulasi penyaluran dari Pertamina Patra Niaga (PPN).
Kemudian ia menegaskan bahwa operasional di SPBU masih berlangsung seperti biasa dan meminta masyarakat tidak terjebak informasi yang menyesatkan.
"Untuk berita kekosongan minyak itu hoaks. Sampai saat ini kami masih menyalurkan BBM/BBK," ujar Cucun kepada tim publikasi Kominfo Bener Meriah dan dikutip oleh TribunGayo.com.
Klarifikasi ini sejalan dengan pernyataan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang sebelumnya meluruskan isu terkait ketahanan stok BBM nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Bahlil menekankan bahwa narasi stok nasional hanya cukup untuk 20 hari bukan merupakan tanda kondisi darurat, melainkan gambaran kapasitas daya tampung (storage) yang dimiliki Indonesia saat ini.
Ia meminta agar pemberitaan terkait stok BBM dipahami secara jernih agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik di tengah tensi geopolitik Timur Tengah.
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak jelas sumbernya.
Warga diminta tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru berpotensi memicu antrean panjang yang tidak perlu di lapangan.
Pemerintah memastikan bahwa informasi resmi mengenai ketersediaan energi akan terus disampaikan melalui kanal komunikasi berwenang. (*)
Baca juga: Hingga Hari Ini Antrean Kendaraan Masih Panjang di SPBU Bener Meriah Meski Stok BBM Aman
| Infrastruktur di Wilayah Gayo Masih Memprihatinkan, YARA Tagih Janji Kasatgaswil Rehab Rekon Aceh |
|
|---|
| Api Lahap Rumah Permanen di Bener Meriah, Kerugian Ditaksir Rp 40 Juta |
|
|---|
| Dandim Bener Meriah Serahkan MCK dan Tempat Wudhu Bantuan Pangdam IM di Uning Gelime |
|
|---|
| Delapan Siswa SMAN 2 Bandar Bener Meriah Diterima di PTN Favorit Melalui SNBP 2026 |
|
|---|
| Angin Puting Beliung Rusak 5 Rumah Warga di Wih Pesam Bener Meriah, Ini Nama Korbannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/antre-bbm-di-bener-meriah-diguyur-hujan.jpg)