Rabu, 15 April 2026

Berita Aceh

Gubernur Aceh Bertemu Bos Mubadala Energy, Ini yang Dibahas

Gubernur Aceh sudah sejak lama berkeinginan untuk bertemu langsung dengan pihak Mubadala Energy.

Editor: Sri Widya Rahma
Serambinews.com/HO/Dokumen Humas Pemerintah Aceh.
GUBERNUR ACEH - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) gelar pertemuan khusus dengan pihak Mubadala Energy di salah satu hotel di Jakarta, Kamis (2/10/2025) malam. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi momen penting bagi pemerintah Aceh. 

TRIBUNGAYO.COM - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) gelar pertemuan khusus dengan pihak Mubadala Energy di salah satu hotel di Jakarta, Kamis (2/10/2025) malam.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi momen penting bagi pemerintah Aceh.

Pasalnya, Gubernur Aceh sudah sejak lama berkeinginan untuk bertemu langsung dengan pihak Mubadala Energy.

Apa Itu Mubadala Energy?

Untuk diketahui, Mubadala Energy adalah perusahaan energi internasional asal Uni Emirat Arab (UEA) yang berfokus pada pengelolaan Minyak dan Gas Bumi (Migas).

Mubadala Energy mengelola blok-blok migas di laut dan darat, dengan mayoritas produksinya berasal dari gas alam.

Gas ini digunakan untuk pembangkit listrik, industri dan kebutuhan domestik maupun ekspor.

Selain mengelola, Mubadala Energy juga lakukan eksplorasi (pencarian sumber daya alam) dan produksi di berbagai wilayah, salah satunya adalah di Blok South Andaman, lepas pantai Aceh.

Dimana, Mubadala Energy menjadi operator utama Proyek Pengembangan Wilayah Kerja South Andaman.

Diketahui, Blok South Andaman memiliki dua sumur migas yang telah terbukti memiliki cadangan, yaitu Layaran-1 dan Tangkulo-1. 

Dari sumur Layaran-1 saja, diungkap terdapat cadangan gas mencapai 6 TCF atau triliun kaki kubik. 

Uji alir dari sumur tersebut telah dilakukan dan berhasil mengalirkan gas.

Pertemuan Gubernur Aceh dengan Pihak Mubadala Energy

Dalam pertemuan khusus tersebut, Gubernur Aceh hadir bersama mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2019-2022, Dahlan Jamaluddin, serta sosiolog Aceh Prof Humam Hamid.

Mereka disambut langsung oleh Presiden Direktur Mubadala Energy Abdullah, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Eka Bhayu Setta, dan Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Utara CW Wicaksono.

Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut menjadi langkah strategis bagi Gubernur Aceh untuk membuktikan komitmenya dalam kelancaran Proyek Pengembangan Wilayah Kerja South Andaman.

Ini merupakan bukti nyata bahwa pemerintah Aceh mendukung penuh pelaksaan proyek tersebut, meski proyek South Andaman berada di luar 12 mil perairan Aceh.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved