Berita Nasional
Teuku Afifuddin Garap Film Dokumen Sengeda
Film dokumenter berjudul “Sengeda” karya Teuku Afifuddin yang bercerita tentang sosok Sengeda ditayangkan pertama kali untuk publik.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Rizwan
Laporan Fikar W.Eda I Jakarta
TRIBUNGAYO.COM, JAKARTA - Film dokumenter berjudul “Sengeda” karya Teuku Afifuddin yang bercerita tentang sosok Sengeda ditayangkan pertama kali untuk publik.
Film ini dibiayai oleh Kemenperekraf melalui program Lensa Kreatif tahun 2022.
Kemudian diproduksi oleh Komunitas Layarkaca Aceh (KLA). Teuku Afifuddin aka Teuku Afeed adalah sineas Aceh yang sudah berkecimpung dalam dunia film dokumenter dari tahun 2001 saat masih menjadi mahasiswa di USK.
Film dokumenter pendek pertamanya yang diproduksi tahun 2003 berjudul “Pujangga Tanpa Fikir” meraih penghargaan terbaik II di ajang Pekan Seni Mahasiswa (Peksiminas) di Lampung tahun 2004.
“Pujangga Tanpa Fikir” bercerita tentang perjalanan karir Maestro Teater Aceh; Teungku Adnan PMTOH. Film ini sekarang ada di Pustakan Monash University.
Film Sengeda bercerita tentang sosok Sengeda adik dari Bener Merie yang secara legenda adalah Anak Raja Linge ke XII yang mengantarkan Gajah Putih ke Kutaraja untuk diserahkan kepada Sultan Aceh atas permintaan putri Raja Aceh saat itu.
Baca juga: SAH! Formasi Prioritas Penerimaan CPNS 2023, Simak Daftar Kuota Terbesar yang Wajib Diperhatikan
Putri Sultan ingin sekali memiliki seekor gajah putih setelah memergoki Sengeda di halaman kerajaan sedang mencorat-coret sehelai neniyon yaitu pelepah bambu kering.
Ketika ditanyakan oleh putri tentang apa yang dilakaukan, Sengeda mengatakan bahwa itu cortean gambar Gajah Putih.
Berdasarkan itulah putri Raja Aceh yang cantik jelita meminta kepada Raja Aceh agar bisa memiliki seekor Gajah Putih.
Perjalanan Sengeda dalam mengantarkan Gajah Putih ke Kutaraja kemudian di abadikan dalam tari guel sebagai tari penyambutan masyarakat gayo.
Film dokumenter ini melibatkan Seniman pelaku seni guel, mulai dari penari dan pemusik, serta Akademisi yang berasal dari dataran tinggi Gayo dan juga Aceh.
Film ini akan diputar perdana tanggal 22 Mei 2023 pukul 20:15 di kanal youtube @afeed dengan link https://youtu.be/0QN6PpQATHs dan juga secara langsung di kanal youtube serambi TV
Baca juga: Menteri Sandiaga Uno Akan ke Takengon Hadiri Kongres Asklin dan Tutup Kopi Gayo Didong Runcang
Menurut Teuku Afifuddin yang sedang menyelesaikan tugas akhir Program Doktoral Seni di ISI Surakarta, film ini merupakan awal dari proses pendokumentasian seni budaya Aceh.
“Ada banyak pertanyaan yang didapat ketika proses pembuatan film ini, seperti; kenapa Sengeda mau bersusah payah mengantarkan Gajah Putih ke Kutaraja, apakah karena kepatuhan atau karena ada rasa kepada putri”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Cuplikan-film-Sengeda.jpg)