Kamis, 30 April 2026

Ramadhan 2026

Kumpulan Doa Berbuka Puasa Mustajab: Arab, Terjemahan hingga Dalil Hadis

Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa berbuka puasa memiliki keistimewaan dan tidak tertolak.

Tayang:
Generated by AI
BUKA PUASA- Foto ilustrasi hasil olah kecerdasan buatan (AI), Kamis (27/2/2025) memperlihatkan umat muslim sedang berbuka puasa. Didalam artikel ini terdapat lima doa berbuka puasa sesuai hadis lengkap dengan teks Arab, arti, serta penjelasan ulama, Kamis (26/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa berbuka puasa memiliki keistimewaan dan tidak tertolak.
  • Penjelasan ini bersumber dari hadis sahih yang diriwayatkan para ulama, termasuk Ibnu Majah.
  • Di dalam artikel ini terdapat lima doa berbuka puasa sesuai hadis lengkap dengan teks Arab, arti, serta penjelasan ulama

TRIBUNGAYO.COM - Waktu berbuka puasa merupakan momen yang ditunggu-tunggu setelah satu hari penuh berpuasa.

Di Indonesia, waktu berbuka puasa ditandai dengan azan Maghrib di Masjid dan Mushalla. 

Ketika waktu berbuka puasa telah tiba, setiap muslim dianjurkan untuk berdoa.

Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa berbuka puasa memiliki keistimewaan dan tidak tertolak.

Penjelasan ini bersumber dari hadis sahih yang diriwayatkan para ulama, termasuk Ibnu Majah.

Didalam artikel ini terdapat lima doa berbuka puasa sesuai hadis lengkap dengan teks Arab, arti, serta penjelasan ulama yang dikutip dari laman MUI.

Rasulullah SAW bersabda sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu:

إنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ

Artinya: “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, ketika dia berbuka terdapat doa yang tidak tertolak.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Sunni)

Hadis tersebut menjadi dasar anjuran membaca doa berbuka puasa karena waktu ifthar merupakan momen penuh keberkahan.

Imam Muhyiddin Yahya bin Syaraf an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menghimpun sejumlah redaksi doa berbuka puasa yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW dan para sahabat.

1. Doa Berbuka Puasa Riwayat Ibnu Umar

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ketika berbuka membaca:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى

Dzahabadh dhoma’u wabtalatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru in syaa Allahu Ta'aalaa.

Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat nadi, dan telah tetap pahala jika Allah menghendaki.” (HR Abu Dawud dan an-Nasa’i)

Imam an-Nawawi memberikan catatan bahwa kata adh-dhoma’u (الظَّمَأُ) dibaca pendek dan bukan dipanjangkan.

Penjelasan tersebut merujuk pada firman Allah SWT dalam surah At-Taubah ayat 120, (... dzalika bi-annahum la yushibuhum dhoma’un...) yang berarti, “Yang demikian itu adalah karena mereka tidak ditimpa kehausan.”

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved