Senin, 13 April 2026

Amalan Dzikir Pagi dan Petang, Lengkap dengan Bacaan dan Keutamaannya

Lebih dari itu, dzikir menjadi penguat keimanan, meneguhkan hati agar tetap istiqamah dalam menjalani kehidupan.

Tribun Timur
DZIKIR PAGI DAN PETANG - Setiap muslim dianjurkan untuk senantiasa mengingat Allah SWT melalui dzikir pagi dan petang. Amalan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan bentuk penghayatan spiritual yang menguatkan hati dan menenangkan jiwa.  

Ringkasan Berita:
  • Selain sebagai bentuk ibadah, dzikir pagi dan petang juga berfungsi sebagai perlindungan diri. 
  • Bacaan dzikir diyakini menjadi benteng dari berbagai gangguan, baik yang tampak maupun tidak tampak. 
  • Lebih dari itu, dzikir menjadi penguat keimanan, meneguhkan hati agar tetap istiqamah dalam menjalani kehidupan.

TRIBUNGAYO.COM - Setiap muslim dianjurkan untuk senantiasa mengingat Allah SWT melalui dzikir pagi dan petang. 

Amalan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan bentuk penghayatan spiritual yang menguatkan hati dan menenangkan jiwa. 

Rasulullah SAW mencontohkan dzikir ini sebagai bagian dari sunnah yang sebaiknya diamalkan setiap hari.

Dzikir pagi dilakukan setelah menunaikan salat Subuh, sementara dzikir petang dilaksanakan menjelang waktu Magrib. 

Kedua waktu tersebut dipilih karena memiliki makna khusus pagi sebagai permulaan aktivitas, dan petang sebagai penutup perjalanan harian. 

Selain sebagai bentuk ibadah, dzikir pagi dan petang juga berfungsi sebagai perlindungan diri. 

Bacaan dzikir diyakini menjadi benteng dari berbagai gangguan, baik yang tampak maupun tidak tampak. 

Lebih dari itu, dzikir menjadi penguat keimanan, meneguhkan hati agar tetap istiqamah dalam menjalani kehidupan.

Bacaan Dzikir Pagi dan Petang Lengkap

Dilansir dari laman Muhammadiyah, merujuk pada Buku Saku dan Tuntunan Doa dan Dzikir karya Rahmadi Wibowo Suwarno dan Qaem Aulassyahied (2021).

Berikut beberapa bacaan dzikir pagi dan petang yang dianjurkan sesuai tuntunan Rasulullah SAW:

1. Dzikir Sayyidul Istighfar

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa ana 'abduka, wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'uudzu bika min syarri maa shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya, wa abuu-u bidzanbii faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

Artinya: “Allah, Engkau adalah tuhanku, tiada sesembahan selain Engkau. Engkau yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu dan aku senantiasa memenuhi sumpah dan janji kepada-Mu sekuat kemampuanku. Aku berlindung pada-Mu dari segala keburukan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu atas ku dan aku mengakui dosa-dosa ku. Maka ampunilah aku. Karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.”

2. Dzikir Pagi dan Petang

اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ الْنُّشُوْرُاللّٰهُمَّ بِكَ أََصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ.

Artinya: “Ya Allah, dengan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan-Mu kami hidup dan dengan-Mu kami mati. Dan hanya kepada-Mu kebangkitan (semua makhluk).” (HR. Al-Bukhari)

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved