Senin, 27 April 2026

Haji 2026

Berikut Lima Hal yang Harus Diwaspadai Jemaah Haji Saat Cuaca Panas

Kombinasi antara aktivitas fisik yang intens dan paparan cuaca panas berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan. 

Website Kemenag Aceh
JAMAAH HAJI - Kakanwil Kemenag Aceh/Ketua PPIH BTJ Drs H Azhari MSi sapa lansia kloter 4, didampingi Kakankemenag Kota Lhokseumawe Dr H Muhammad Amin MAg, Selasa (1/7/2025). Menunaikan ibadah haji bukan hanya menuntut kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik yang prima. 

Ringkasan Berita:
  • Kombinasi antara aktivitas fisik yang intens dan paparan cuaca panas berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan
  • Risiko ini semakin besar bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan pernapasan. 
  • Tanpa persiapan yang memadai, jemaah bisa mengalami dehidrasi, kelelahan, hingga komplikasi serius yang mengganggu kelancaran ibadah.

TRIBUNGAYO.COM - Menunaikan ibadah haji bukan hanya menuntut kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik yang prima. 

Hal ini penting karena rangkaian ibadah haji di Tanah Suci berlangsung padat, dengan aktivitas yang menguras tenaga, mulai dari thawaf, sa’i, hingga wukuf di Arafah. 

Kondisi tersebut semakin menantang ketika dipadukan dengan cuaca ekstrem di Arab Saudi yang bisa mencapai suhu sangat tinggi.

Kombinasi antara aktivitas fisik yang intens dan paparan cuaca panas berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan

Risiko ini semakin besar bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan pernapasan. 

Tanpa persiapan yang memadai, jemaah bisa mengalami dehidrasi, kelelahan, hingga komplikasi serius yang mengganggu kelancaran ibadah.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr Andi Kurniawan Sp KO, mengingatkan kondisi tersebut berpotensi memperburuk penyakit kronis yang sudah ada.

"Penyakit yang sering muncul atau kambuh meliputi diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung koroner," ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Berikut lima hal yang harus diwaspadai para jemaah haji:

1. Aktivitas fisik berat bisa ganggu kadar gula darah

Lonjakan aktivitas selama haji dapat berdampak langsung pada kadar gula darah, baik menurun drastis maupun melonjak tinggi.

Hipoglikemia terjadi saat kadar glukosa turun di bawah 70 mg/dL. 

Kondisi ini umum dialami penderita diabetes, meski bisa juga terjadi pada orang tanpa riwayat penyakit tersebut.

Sebaliknya, hiperglikemia muncul ketika kadar gula darah melonjak di atas 300 mg/dL. 

Situasi ini sering dipicu oleh stres dan pola makan yang tidak terkontrol selama ibadah.

2. Cuaca panas dan kelelahan picu tekanan darah naik

Tak hanya gula darah, tekanan darah juga rentan meningkat selama ibadah haji. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved