Selasa, 12 Mei 2026

Berita Nasional Hari Ini

Siklon Tropis Hagupit Diprediksi akan Melemah dalam 48 Jam

Siklon Tropis Hagupit di Samudera Pasifik utara Papua Barat dan intensitasnya diprediksi akan melemah dalam 48 jam ke depan.

Tayang:
Dokumen bmkg.go.id
BMKG PREDIKSI SIKLON TROPIS - File foto negara Indonesia terkait cuaca ekstrim. BMKG memprediksi Siklon Tropis Hagupit di Samudera Pasifik utara Papua Barat dan intensitasnya akan melemah dalam 48 jam ke depan, Sabtu (9/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Siklon Tropis Hagupit di Samudera Pasifik utara Papua Barat dan intensitasnya diprediksi akan melemah dalam 48 jam ke depan.
  • “Dalam 48 jam ke depan, intensitas siklon tropis ini diperkirakan akan melemah yang ditandai dengan kecepatan angin maksimum yang menurun hingga 35 knot,” ucapnya.
  • Untuk bagian Barat Indonesia, kata dia, perlu diwaspadai terdapat potensi hujan petir di Tanjung Pinang dan Banjarmasin, potensi hujan sedang di Banda Aceh, Medan, dan Tanjung Selor.

TRIBUNGAYO.COM - Siklon Tropis Hagupit di Samudera Pasifik utara Papua Barat dan intensitasnya diprediksi akan melemah dalam 48 jam ke depan.

Hal tersebut disampaikan Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi,dan Geofisika (BMKG), Rizky, Sabtu (9/5/2026) saat menyampaikan update informasi cuaca di berbagai wilayah di Indonesia yang berlaku untuk hari Minggu (10/5/2026).

“Siklon Tropis Hagupit diprediksi berada di Samudera Pasifik utara Papua Barat dengan kecepatan angin maksimum diprediksi 35 knot.

Dengan tekanan minimum diprediksi 1002 hektopaskal dengan pergerakan ke arah barat-barat laut,” kata dia dalam unggahan video di akun Instagram @infobmkg.

“Dalam 48 jam ke depan, intensitas siklon tropis ini diperkirakan akan melemah yang ditandai dengan kecepatan angin maksimum yang menurun hingga 35 knot,” ucapnya.

Ia menyampaikan, siklon tropis tersebut menginduksi terbentuknya low-level jet di Samudera Pasifik utara Papua Barat.

Dan juga menginduksi terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di perairan Maluku Utara hingga utara Papua Barat Daya, serta di Samudera Pasifik utara Papua Barat.

Situasi siklonik juga diprediksi terbentuk di Laut Natuna, Selat Makassar, Laut Maluku, Perairan Utara Papua Baradaya.

Menurutnya, sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Laut Natuna, Selat Karimata.

Kemudian Selat Makassar, Laut Maluku, perairan utara Papua Barat Daya, dan di sekitar sistem-sistem tersebut.

“Perlu ditingkatkan kesiap-siagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Selawesi Tengah, dan Papua Pegunungan,” katanya.

Bagian Barat Indonesia Waspadai Potensi Hujan Petir

Untuk bagian Barat Indonesia, kata dia, perlu diwaspadai terdapat potensi hujan petir di Tanjung Pinang dan Banjarmasin, potensi hujan sedang di Banda Aceh, Medan, dan Tanjung Selor.

Kemudian potensi hujan ringan di Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, Bandar Lampung, Semarang, Pontianak, Palangkaraya, dan Samarinda.

“Terdapat pula potensi berawan hingga berawan tebal di Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, serta potensi udara kabur di Palembang.

Untuk bagian Timur Indonesia, diwaspadai terdapat potensi hujan petir di Nabire, hujan sedang di Gorontalo, Mamuju, Kendari, Ambon, dan Merauke,” ucapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved