Minggu, 31 Mei 2026

Hujan Meteor dan Strawberry Moon Bakal Hiasi Langit Juni 2026

Fenomena-fenomena ini tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memahami dinamika tata surya secara langsung.

Tayang:
TRIBUNNEWS.COM
FENOMENA ASTRONOMI - Beberapa fenomena astronomi yang diperkirakan menghiasi langit bumi antara lain hujan meteor, konjungsi planet terang, hingga fase Bulan yang unik. Menariknya, beberapa fenomena astronomi tersebut bisa disaksikan secara langsung di Indonesia dengan mata telanjang, terutama jika kondisi langit cerah dan minim polusi cahaya selama Juni 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Fenomena-fenomena ini tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memahami dinamika tata surya secara langsung.
  • Menariknya, beberapa fenomena astronomi tersebut bisa disaksikan secara langsung di Indonesia dengan mata telanjang, terutama jika kondisi langit cerah dan minim polusi cahaya. 

TRIBUNGAYO.COM - Kabar gembira bagi para pecinta astrofotografi dan pengamat langit. 

Sepanjang bulan Juni 2026, langit malam akan menyajikan panggung pertunjukan kosmik yang luar biasa. 

Berbagai fenomena astronomi yang menakjubkan diprediksi akan bergantian menghiasi langit.

Menjadikannya momen yang sangat dinantikan baik oleh para astronom profesional, amatir, maupun masyarakat awam.

Beberapa fenomena astronomi yang diperkirakan menghiasi langit bumi antara lain hujan meteor, konjungsi planet terang, hingga fase Bulan yang unik. 

Fenomena-fenomena ini tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memahami dinamika tata surya secara langsung.

Menariknya, beberapa fenomena astronomi tersebut bisa disaksikan secara langsung di Indonesia dengan mata telanjang, terutama jika kondisi langit cerah dan minim polusi cahaya. 

Agar tidak terlewatkan, berikut fenomena astronomi Juni 2026 yang dikutip dari laman In The Sky.

1. Hujan Meteor Arietid (7–8 Juni)

Hujan Meteor Arietid menjadi salah satu hujan meteor paling aktif di siang hari.

Fenomena ini mencapai puncaknya pada 7 hingga 8 Juni 2026, dengan jumlah meteor yang bisa mencapai puluhan per jam.

Meskipun dikenal sebagai hujan meteor siang hari, beberapa meteor Arietid masih berpeluang terlihat menjelang fajar di ufuk timur.

Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah sebelum Matahari terbit, saat langit masih cukup gelap.

2. Konjungsi Venus dan Jupiter (8–9 Juni 2026)

Fenomena konjungsi antara Venus dan Jupiter akan terjadi pada 8 hingga 9 Juni 2026.

Kedua planet terang ini akan tampak sangat berdekatan di langit barat setelah Matahari terbenam.

Jarak kedua planet ini hanya sekitar satu derajat atau setara dengan lebar satu jari kelingking jika dilihat dengan tangan terentang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved