Pasutri muda di Bener Meriah tewas tragis usai rumahnya disasar pencuri kopi, meninggalkan duka mendalam bagi warga Kampung Blang Tampu.
Duka mendalam sekaligus teka-teki besar yang menyelimuti kepergian pasangan suami istri muda, Hairul Bani Takwa (26) dan Indri Yria Riski (22).
Meski masa tanggap darurat di Bener Meriah berakhir, sistem komando penanganan tetap aktif.
Keberhasilan ini dinilai sebagai bukti keseriusan aparat penegak hukum dalam menindak kejahatan berat tanpa kompromi.
Lumpur setinggi betis dan ancaman jurang di sisi jalan memaksa mereka bekerja ekstra keras.
Kenaikan harga material bangunan yang mencapai dua kali lipat memicu aksi mogok kerja puluhan sopir dump truk sebagai bentuk protes
Namun, langkah kaki pelaku tak sengaja menginjak kaleng di ruang tamu hingga memicu suara gaduh yang memecah keheningan subuh.
Karena panik aksinya ketahuan, pelaku langsung menyerang korban menggunakan sebilah kayu, kayu penyanggal rumah korban.
Terduga pelaku berinisial RF (24) berhasil diringkus tim Resmob kurang dari 12 jam setelah peristiwa berdarah tersebut terjadi.
Mereka melihat seorang pria mengenakan baju hitam dan penutup kepala (sebo) melarikan diri ke arah dapur.
Saksi mengaku mendengar suara benturan keras disertai tangisan dari arah rumah korban.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai motif di balik aksi tersebut.
Deru mesin mobil off-road milik Taslim memecah kesunyian lembah di Kecamatan Pintu Rime Gayo.
PVMBG mengingatkan bahwa karakter Gunung Burni Telong sangat sensitif terhadap getaran tektonik.
"Rumah kami habis, tidak ada yang tersisa. Saat ini kami benar-benar membutuhkan hunian sementara," ungkap Fadli, Minggu (4/1/2026).
Menurutnya, hunian tersebut harus dirancang sebagai bagian krusial dari proses pemulihan fisik, sosial, maupun psikologis korban.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menurunkan tingkat aktivitas Gunung Api Burni Telong.
"Status Siaga tidak serta-merta berarti akan meletus. Aktivitas ini bisa saja memuncak menuju erupsi, atau justru menurun kembali," jelas Suwardi.
Petugas Pos PGA Burni Telong, Suwardi Putra menegaskan bahwa status Siaga adalah indikasi adanya peningkatan aktivitas kegempaan yang signifikan.
Ilham menegaskan bahwa keputusan untuk memulangkan warga sepenuhnya bergantung pada rekomendasi teknis dari Badan Geologi.