TOPIK
Banjir Aceh Tengah
-
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan menertibkan harga dan mengawasi distribusi bahan pokok.
-
Pemkab Aceh Tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pembukaan akses jalan yang terganggu akibat bencana.
-
Warga Kampung Mude Nosar, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, masih mengalami trauma pascabencana.
-
Pemkab Aceh Tengah kembali melakukan pengiriman bantuan logistik menggunakan helikopter ke 8 titik desa terisolir akibat bencana hidrometeorologi.
-
Pemkab Aceh Tengah bersama Kodim 0106/Aceh Tengah dan Polres Aceh Tengah menyalurkan bantuan pangan bagi warga terdampak.
-
Jaringan internet di Kabupaten Aceh Tengah akhirnya kembali normal setelah mengalami gangguan selama 18 hari.
-
Ratusan warga Desa Penarun, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, yang mengungsi.
-
“Ini pesan bahwa saudara-saudara kita di kampung tidak pernah sendirian menghadapi musibah ini,” ujarnya.
-
Kecamatan Linge, yang memiliki medan paling menantang, menjadi fokus utama dengan alokasi lima titik pendaratan.
-
Kantor kepala sekolah, ruang dewan guru, ruang belajar kelas 1 hingga kelas 5, toilet, dan laboratorium semuanya hanyut disapu banjir.
-
Layanan penerbangan Kualanamu, Sumatera Utara - Takengon, Aceh Tengah yang sudah lama tidak dilayani, segera dibuka kembali
-
“Maunya masyarakat yang datang pun jangan buang sampah sembarangan, kan udah dibantu kasih akses internet,” sambungnya.
-
Ketua Umum Pasak Opat Nenggeri Linge, Zamzam Mubarak, menegaskan bahwa pembukaan akses jalan Linge Antara tembus Sumatera Utara
-
Perjalanan kemanusiaan relawan Be Together di Aceh Tengah kembali menyisakan kisah penuh haru dan perjuangan.
-
Masjid Desa Penarun mengalami kerusakan parah, dan jembatan penghubung desa terputus, mengakibatkan wilayah ini nyaris terisolasi.
-
Situasi tersebut diperparah dengan momentum panen raya kopi Arabika Gayo dan cabai yang tidak dapat dipasarkan keluar daerah.
-
“Sejak hari pertama kejadian, saya sudah menolong puluhan warga yang meminta pertolongan,” kata Khalis, Kamis (11/12/2025).
-
Sesampainya di Lime Raya, tepatnya di Kampung Simpang Nenas, perjalanan masih harus dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer.
-
Para relawan harus menempuh jalur air selama 20 menit menggunakan dua boat untuk mencapai dua lokasi pengungsian.
-
“Yang dibutuhkan terutama sekali beras. Kalau sudah ada beras, sudah,” ujar Reje Gegarang, Aceh Tengah, Muhsin.
-
Banyak diantara mereka menempuh perjalanan pulang pergi berjam-jam hanya untuk membawa pulang satu karung beras bagi keluarga.
-
“Pertama sekali logistik. Logistik juga kurang. Beras, minyak makan, dan kebutuhan lain masih sangat terbatas,” tambah Genali.
-
Melihat situasi yang memburuk, LK Ara memutuskan kembali ke Takengon keesokan harinya, Kamis, 27 November 2025.
-
“Hujan sangat deras dan sungai mulai meluap. Situasi tidak memungkinkan dilanjutkan,” kata Ceh M Din saat menceritakan kisah tragisnya.
-
“Sudah 14 hari masyarakat mengungsi. Mereka masih trauma untuk kembali ke rumah masing-masing,” ujar Reje Kampung Serempah, Anwar.
-
“Semua bantuan yang kami koordinir langsung kami percayakan kepada Vihara Buddha Takengon karena mereka memahami kondisi lapangan,” ujarnya.
-
Sinyal telepon menghilang. Dunia digital terputus, dan Takengon kembali pada kesendirian yang purba.
-
Harga kebutuhan pokok melonjak tajam, sementara akses untuk keluar masuk kampung hampir sepenuhnya terputus.
-
Rapat tersebut untuk mengecek ataupun mengetahui kesiapan lokasi yang akan dikunjungi RI 1 selama berada di wilayah Aceh Tengah.
-
Musara Gayo, organisasi masyarakat Gayo di Jabodetabek, mengulurkan tangan meringankan beban derita yang dialami masyarakat
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved