Minggu, 12 April 2026

Pengetahuan

Ilmuwan Catat Bumi Berputar Lebih Cepat Daripada 2020 dan 2021, Berikut Penjelasannya

Para ilmuwan tidak sepenuhnya yakin apa yang menyebabkan fenomena ini dan apa arti tren ini bagi masa depan Bumi.

Tribunnews.com
Ilmuwan mencatat bumi berputar lebih cepat dibanding 2020 dan 2021. 

Para ilmuwan tidak sepenuhnya yakin apa yang menyebabkan fenomena ini dan apa arti tren ini bagi masa depan Bumi.

TRIBUNGAYO.COM - Apakah Anda merasakan bahwa tahun 2022 bumi berputar lebih cepat?

Seperti halnya merasakan hari jadi makin lebih pendek dibanding hari biasanya.

Baru-baru ini seorang ilmuwan bernama Leonid Zotov mengatakan tahun ini Bumi berputar lebih cepat daripada tahun 2020 dan 2021.

Seperti diketahui, rotasi Bumi atau peredaran Bumi pada porosnya membutuhkan waktu selama 86.400 detik atau 24 jam.

Selain itu, para ilmuwan di National Physical Laboratory di Inggris juga mencatat 29 Juni 2022 sebagai hari terpendek dalam sejarah.

Pada 29 Juni, hari berakhir 1,59 milidetik lebih cepat dari biasanya.

VIDEO Dikira Meteor, Ternyata Pecahan Roket Seberat 20 Ton Milik China Jatuh Ke Bumi

"Sejak 2016 Bumi mulai berakselerasi.

Tahun ini berputar lebih cepat daripada tahun 2021 dan 2020," kata Zotov sebagaimana dikutip International Business Times.

Zotov dan rekan-rekannya percaya bahwa pasang surut bumi menyebabkan fluktuasi.

Data yang diambil dari Layanan Sistem Rotasi dan Referensi Bumi Internasional menunjukkan tahun 2020 memiliki catatan 28 hari terpendek di dunia sejak jam atom dikembangkan.

Perpendekan hari pada tahun 2022 dilaporkan disebabkan oleh rotasi Bumi yang terus melaju lebih cepat dibandingkan rata-rata pada tahun 2021.

Danau Lut Tawar Terbentuk Akibat Patahan Kulit Bumi, Bukan dari  Kawah Gunung Berapi

Para ilmuwan tidak sepenuhnya yakin apa yang menyebabkan fenomena ini dan apa arti tren ini bagi masa depan Bumi.

Kejadian ini bisa menandakan awal dari periode hari yang lebih pendek di Bumi.

Seattle Times melaporkan bahwa hipotesis saat ini di antaranya mencakup prevalensi gempa bumi dan aktivitas seismik lainnya, sirkulasi laut, pergerakan di dalam inti cair Bumi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved