Selasa, 28 April 2026

Pengetahuan

Ilmuwan Catat Bumi Berputar Lebih Cepat Daripada 2020 dan 2021, Berikut Penjelasannya

Para ilmuwan tidak sepenuhnya yakin apa yang menyebabkan fenomena ini dan apa arti tren ini bagi masa depan Bumi.

Tribunnews.com
Ilmuwan mencatat bumi berputar lebih cepat dibanding 2020 dan 2021. 

Dan perubahan iklim yang pencairan gletsernya memengaruhi pergeseran tarikan berat di Bumi.

Sementara peningkatan rotasi Bumi yang terus berlanjut dan penurunan panjang milidetik mungkin tampak tidak relevan bagi sebagian orang.

Gempa Bumi Guncang Barsela, Berpusat di Simelue-Singkil

Satu kemungkinan implikasi dari peningkatan hari yang lebih pendek dari biasanya adalah adanya detik kabisat negatif.

Jika tahun kabisat mengandung satu hari ekstra, detik kabisat negatif berarti jam akan melewati satu detik.

Para ilmuwan mengatakan bahwa detik kabisat negatif dapat berdampak negatif pada mesin dan teknologi saat ini.

Insinyur meta Oleg Obleukhov dan Ahmad Byagowi berbagi dalam sebuah unggahan bahwa dampak detik kabisat negatif belum pernah diuji dalam skala besar.

Hal itu bisa berdampak buruk pada perangkat lunak yang mengandalkan pengatur waktu atau penjadwal.

"Bagaimanapun, setiap lompatan kedua adalah sumber utama rasa sakit bagi orang-orang yang mengelola infrastruktur perangkat keras," kata mereka.

Meskipun tidak setiap hari lebih pendek, cara universal di mana waktu di Bumi diukur mungkin perlu diubah jika fenomena ini terus terjadi. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bumi Berputar Lebih Cepat Tahun Ini, 29 Juni Jadi Hari Terpendek dalam Sejarah

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved