Kesenian Gayo

Didong Jalu Sampai Pagi, Berikut Urutan Catatan Sejarah Didong di Jakarta

Jadi, didong adalah puisi yang dibawakan dengan cara mendendangkannya dalam suatu pertunjukan.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jafaruddin
For Tribungayo.com
Pertunjukan Didong Jalu di Gedung Perpustakaan Nasional Jakarta, antara Kemara Bujang vs Teruna Jaya, Sabtu (23/7/2022) 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

 

TRIBUNGAYO.COM, JAKARTA --- Didong kata almarhum Prof M Junus Melalatoa dalam buku ”Didong Pentas Kreativitas Gayo”  ada kaitannya dengan pengertian beberapa kosa kata Gayo  seperti ”denang” atau ”donang,” yang maknanya sama dengan dendang.

Jadi, didong adalah puisi yang dibawakan dengan cara mendendangkannya dalam suatu pertunjukan.

Pertunjukan didong berlangsung semalam suntuk, sampai pagi, mempertandingkan dua grup (klop).

Masing-masing grup terdiri dari pria dewasa berjumlah 20 sampai 30 orang.

Masing-masing grup terdapat tiga pasang ceh, atau penyair dan pendendang puisi. 

Para ceh ini memiliki suara merdu atau ling temas.

Pasangan ceh pertama disebut ceh utama selanjutnya pasangan berikut disebut ceh due (ceh dua) dan ceh tige (ceh tiga).

Masing-masing ceh berusaha menjatuhkan grup lawan dengan cara membuat puisi yang berisi sindiran,

atau puisi yang menjawab teka teki, atau puisi yang telah diberi tema khusus.

Baca juga: Ceh Lakiki Asal Gayo, Mengarang Didong Gayo Sambil Memejamkan Mata, Ama Ecek dari Penyair LK Ara

M Junus Melalatoa menyebut ceh itu sebagai aktor utama dalam pertunjukan didong.

Karena dialah yang mengendalikan pertunjukan dengan menciptakan gerak dan variasi bunyi tertentu,

untuk memberi semangat kepada grup.

Puisi-puisi didong didendangkan dengan iringan "tepok pumu"  atau "tepok bantal"

yakni kanvas kecil seukuran telapak tangan oleh para pendukung didong yang duduk melingkar dalam satu pentas pertunjukan.

 

Berikut adalah kronika seni Gayo dan Didong Jalu sejak 1960 sampai 2022.

1. Tahun 1960.

Tari  “Resam Berume” dipentaskan memeriahkan Kongres Pemuda se Indonesia di Bandung.

Ketika itu “Resam Berume” dipadukan dengan “Tari Kesek-kesek Uwi, Top Pade, dan i Tarek Pukat” dari pesisir Aceh.

Perpaduan tarian itu dinamakan Tari Punca Utama.

Baca juga: Syair Sastra Gayo dan Peran Didong dalam Pembangunan di Bagian Tengah Aceh

 

2. Tanggal 3-4 April 1961.

Didong jalu atau didong pertama di Jakarta.

Dalam rangka kongres KGAAT. Tempat Gedung Pemuda Jakarta.

Antara grup Bujang Renggali dan grup Renah Rembune.

Bujang Renggali terdiri dari mahasiswa dan pemuda Gayo yang ada di Yogyakarta, 

yaitu Sukarna, Bantacut, Mursaluddin, Ali Asirasir, Syamsuddin, M Ali, Abd Rahman Saat, Daud Ali, Saleh Hasan, Dawam Karim. 

Grup Renah Rembuni adalah pemuda dan mahasiswa Gayo yang bermukim di Jakarta,

terdiri dari M junus Melalatoa, Hanafiah, Ali Husin, Abdul Wahab Rahmatsyah, Djalaluddin, Abdul Muin,

Abbas Ismail Djahra, Semaun dan Abdul Kadir.

 

3. Tanggal 9 Maret 1970.

Pertunjukan didong dan seni Gayo  pertama kali disiarkan TVRI Jakarta. 

 

4. Tanggal 27 Maret 1970. 

Didong jalu pertama di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 27 Maret 1970 dengan ceh yang didatangkan langsung dari Gayo,

terdiri dari Lakiki, Mahlil, Bantacut, Ecek Umang,  A Rauf, Ramlah.

 

5. Tanggal 5 Januari 1970

Upacara penyambutan/tepung tawar para ceh; Lakiki, Mahlil, Bantacut, Ecek Umang,

A. Rauf dan Ramlah  di rumah MH Gayo, Blol A/22 Slipi Jakarta.

Ini merupakan kedatangan ceh didong pertama ke jakarta dari Gayo.

Baca juga: Ayun dan Prof Mr Chen dari Takengon Pakai Kerawang Gayo, Semarakan Didong Gayo di Perpusnas Jakarta

6. 10 April 1970

Di tempat yang sama, dilakukan upacara pelepasan para ceh kembali ke Gayo.

 

7. Tanggal 24 Oktober 1975

Di kediaman Drs Ahmad Djafar, Tulodong Bawah II/7 Jakarta, tepung tawar/penyambutan ceh dari klop Dewantara (Daman),

Klop Teruna Jaya (Moh Ishak dan Saleh), Klop Kabinet (Bantacut dan Ecek Bahim)

dan penabuh dan penari tradisional Gayo, Aman Jeleha dan Ceh Sahak dari kelompok tari Kutelintang.

 

8. Tanggal 25 September 1978

Di kediaman Drs Ahmad Djafar, Tulodong Bawah II/7 Jakarta, tepung tawar/penyambutan ceh klop Timang Rasa (M Din, A Rauf,

Ecek Umang) dan klop Pesisir Laut (ceh UtiH, Jelemen, dan Rafii).

 

9. Tanggal 21 Oktober 1978

Di Gelanggang Remaja Jakarta Timur, “didong jalu” antara klop Timang Rasa VS Pesisir Laut.

Dimenangkan Timang Rasa dan berhak atas piala bergilir panitia Pancawarsa Sanggar Seni Buntul Kubu Jakarta.

 

10. Tanggal 17 Mei Tahun 2000

Didong Jalu, kabinet Bebesen vs Kuala Laut. Tempat Pasar Seni Ancol, Jakarta.

 

11. Tanggal 16 Maret 2007

Konser Musik Gayo lagu-lagu Moese di Warung Apresiasi Bulungan Jakarta.

Baca juga: Klop Didong Gayo Teruna Jaya Raih Juara Pada Gelar Budaya Gayo di Perpusnas Jakarta

12. Tanggal 24 Maret 2007

Konser Musik gayo bersama Moese di Auditorium RRI Jakarta.

 

13. Tanggal 7  Juni 2008

Didong Jalu klop Kabupaten Bener Meriah Vs klop Aceh Tengah di Anjungan Aceh Taman Mini Indonesia Indah.

Penyelenggara Musara Gayo Jakarta.

Grup Didong Bener Meriah diperkuat ceh M Isa, Baharudin, Iriansyah, Karyawandi, Mahlil Lewa, Iskandar,

Abdul Rahman, Alhuda. Dari Aceh Tengah tampil ceh Mahlil, Win Kul, Saladin,

Rahmatsyah, Kasman, Karwan, Amran, dan Karmin. 

 

14. Tanggal 17 Oktober 2009

Didong Jalu antara Bener Meriah vs Aceh Tengah di Galeri Nasional Jakarta dalam rangka Gayo Art Festival  yang digelar 15 – 17 Oktober 2009.

Bersamaan dengan itu dipamerkan karya pelukis Gayo, Permadi Lyosta, Kassah Hakim, Chairul Bachri, Kidro dll.

 

15. Tanggal 21 Maret 2008.

Malam Seni Gayo, Tempat Warung Apresiasi (Wapres) Bulungan – Jakarta

Acara:  Pemutaran Film Puisi Tak Terkuburkan karya Garin Nugroho,  Didong Ciputat,  Sebuku Inen Aina, Musik Canang Gayo,

Folksong Gayo, Baca Puisi dll. Tampil ibrahim Kadir dari Gayo.

Baca juga: Didong Jalu Pertama Kali Tampil di Jakarta Tahun 1961, Simak Perjalanannya

16. Tanggal 17 Oktober 2009.

Didong Jalu  Bener Meriah vs Aceh Tengah di Galeri Nasional Jakarta.

 

17. Tanggal 29 Januari 2011.

Didong Jalu  grup Kemara Bujang dengan Laut Tawar Jaya di Anjungan Aceh Taman Mini Indonesia Indah Jakarta.

 

18. Tanggal 16 Oktober 2011

Didong Jalu Lakiki Vs Kuala Laut,Museum Prajurit Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

 

19. Tanggal 3 Juni 2012.

Didong Jalu dalam bus Transjakarta rute Cililitan – Grogol Pulang pergi, antara grup Singkite Ciputat dengan Bintang Duta Cibubur.

Penyelenggara Fikar W Eda, tugas karya akhir program Pascasarjana IKJ.

Baca juga: Teruna Jaya dan Pegasing Jaya, Dua Grup Didong Asal Aceh Tengah Siap Bertarung di Jakarta

20. Tanggal 25 Oktober 2013

Didong Senayan, Gedung MPR RI,  antara Kemara Bujang vs Teruna Jaya, Gedung Nusantara V MPR/DPR/DPD RI, Jakarta. 

 

21. Tanggal 6 September 2014

Didong SenayanI, antara Biak Cacak vs Arita Bujang, Gedung Nusantara V MPR/DPR/DPD RI, Senayan Jakarta.

 

22. Tanggal 29 Agustus 2015

Didong Jalu Teruna Jaya Aceh Tengah vs Dama Meriah, Bener Meriah, Museum Prajurit Taman Mini Indonesia Indah Jakarta.

 

23. Tanggal 6 Agustus 2016

Didong Jalu Sidang Temas vs Kemara Bujang, Museum Prajurit, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

 

24. Tanggal 12 Agustus 2017

Didong Jalu Dewantara Kebayakan vs Permata, Celala Aceh Tengah, Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. 

 

25. Tanggal 21-22 Desember 2019

Didong Jalu Antara Aceh Tengah vs Bener Meriah di Anjungan Aceh Taman Mini Indonesia Indah Jakarta

 

26. Tanggal 23 Juli 2022

Didong Jalu antara Teruna Jaya vs Kemara Bujang, di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta.(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved