Berita Aceh Tengah
Tim Ekspedisi Kerajaan Linge Temukan Inskripsi Syahadat Rasul di Makam Reje Linge
Organisasi Ikatan Pemuda Kecamatan Kebayakan (IPKK) melalui Bidang Kebudayaannya melakukan ekspedisi penting ke Kawasan Linge.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jafaruddin
"Dihari yang sama pengidentifikasian titik bersejarah berlanjut ke Kompleks Makam Jeret Siwah, titik bersejarah yang dapat diidentifikasi oleh Tim Ekspedisi di kawasan ini diantaranya adalah Makam Jeret Siwah.
Makam Arifin, Makam Raja Jawan (Aman Nyak), Makam Raja Banta Cut Bin Jawan, Sasa Bin Banta Cut, Asa Bin Banta Cut, Tio Lela (Panglima Pengawal Kerajaan), Datu Beru.
Makam Ulama Kerajaan, beberapa Makam Pengawal Kerajaan, dan juga Makam Jeret Terbang," ujar Suhaili.
Suhaili juga menyampaikan bahwa terkait dengan Kompleks Makam Jeret Siwah dan Makam Jeret Terbang.
Baca juga: Wisata Bener Meriah, Wisata Religi Makam Datu Beru Wanita Berpengaruh di Tanah Gayo
Banyak kalangan masyarakat di Gayo berpandangan bahwa di batu nisan kompleks Makam Raja-Raja di Linge termasuk di Makam Jeret Terbang.
Hanya ditemukan inskripsi bertuliskan Syahadat Tauhid namun tidak ditemukan Syahadat Rasul, sehingga dengan itu imajinasi sejarah beberapa kalangan masyarakat di Gayo tentang Kerajaan Linge terkadang terbawa asumsi tanpa batasan periode.
"Perjalanan Ekspedisi Kerajaan Linge kali ini telah menemukan informasi sangat penting dalam menjawab pandangan di atas, bahwa setelah dilakukannya penggalian informasi mengenai bentuk, motif dan khususnya pembacaan secara detil pada objek inskripsi di batu nisan Jeret Siwah dan Batu Nisan Jeret Terbang.
Tim menemukan hal yang mengejutkan bahwa, di batu nisan makam kedua dari pintu masuk Jeret Siwah dan batu nisan Jeret Terbang telah ditemukan inskripsi lengkap dari syahadat tauhid dan syahadat rasul yakni batu nisan yang bertuliskan Lailaha Illallah, Muhammad Rasulullah," ungkap Suhaili.
"Dilihat dari sisi motif dan bentuk, jika merujuk pada klasifikasi batu nisan menurut Ambary yang ditulis dalam buku Awal Masuknya Islam ke Aceh: Analisis Arkeologi dan sumbangannya pada Nusantara karya Dr. Husaini Ibrahim, MA.
Baca juga: Bongkar Arsip Abad ke-18, Raja Raya Simalungun Pernah Berguru Gayo untuk Melawan Kolonial Belanda
Maka rata-rata batu nisan yang terdapat di makam Jeret Siwah diperkirakan telah eksis sejak Abad 12-15 M," tambah Suhaili.
Suhaili kemudian menyimpulkan bahwa temuan dalam perjalanan ekspedisi kali ini tentu menjawab dan membuka lembaran baru tentang diskusi sejarah kerajaan Linge dan diskusi tentang sejarah Gayo kedepannya. (*)