Berita Aceh

5 Bukti Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai, Mulai Dirham hingga Lonceng Cakra Donya di Museum Aceh

Kerajaan Samudera Pasai menyisakan beberapa peninggalan yang kemudian digunakan oleh para ahli sebagai sumber sejarah.

DOK KOMPAS.COM
Hikayat Raja-raja Pasai yang merupakan satu diantara peninggalan Kerajaan Samudera Pasai. 

Lonceng setinggi 125 cm dan lebar 75 cm ini berupa mahkota besi berbentuk stupa yang kini ditempatkan di Museum Aceh, Banda Aceh.

LONCENG CAKRA DONYA
Lonceng Cakra Donya yang berada di Museum Aceh, Banda Aceh. DOK SERAMBI WIKI

Lonceng Cakra Donya merupakan hadiah dari Laksamana Cheng Ho dalam kunjungannya ke Nusantara pada tahun 1414 Masehi.

Adapun Lonceng Cakra Donya ini merupakan hadiah persahabatan antara Kesultanan Samudera Pasai dan Kaisar Tiongkok.

3. Hikayat Raja-Raja Pasai

Isi karya sastra ini menceritakan tentang Kerajaan Samudera Pasai, termasuk mimpi Marah Silu yang bertemu Nabi Muhammad kemudian mengislamkannya.

4. Makam Sultanah Nahrasiyah

Pada batu nisan ratu pertama Kerajaan Samudera Pasai ini, terdapat kaligrafi yang berisi kutipan Surat Yasin dan Ayat Kursi.

Nisan Sultanah Nahrasiyah yang sangat megah didatangkan langsung dari Kamboja.

Baca juga: Prof Azyumardi Azra, Ilmuan Berkelas hingga Pernah Peroleh Gelar Kehormatan dari Kerajaan Inggris

Selain makam Sultan Malik Al-Saleh dan Sultanah Nahrasiyah, Kerajaan Samudera Pasai juga meninggalkan beberapa makam raja lainnya.

Seperti contohnya Makam Sultan Muhammad Malik Al Zahir dan makam putranya, Sultan Mahmud Malik Az Zahir.

5. Makam Sultan Malik Al-Saleh

Kerajaan Samudera Pasai meninggalkan jejak berupa beberapa makam dengan batu nisan yang indah bentuknya.

Salah satunya adalah makam Sultan Malik Al-Saleh atau Marah Silu, pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Samudera Pasai.

Baca juga: Hitei Urat Kawasan Khusus untuk Orang Gayo dari Raja Kerajaan Raya Simalungun

Makam dengan angka 1297 M ini diklaim sebagai batu nisan tertua yang ditemukan.

Batu nisan pada makam Sultan Malik Al-Saleh menunjukkan bukti adanya pengaruh Islam dari Gujarat di Samudera Pasai. (*)

Sumber: Intisari

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved