Jumat, 1 Mei 2026

Kopi Gayo

Kopi Gayo Minuman Utama dalam Adat "Mujule Mas"

Kopi Gayo menjadi suguhan utama dalam adat Gayo "mujule mas" atau mengantar mahar sebagai minuman "penghormatan" dalam perhelatan budaya

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jafaruddin
TRIBUNGAYO.COM/FIKAR W EDA
Tuan rumah menyuguhkan kopi sebagai minuman penghormatan dalam acara "mujule mas" keluarga Nico Arami ke Takengon Timur 

Laporan Fikar W Eda I Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Kopi Gayo menjadi suguhan utama dalam adat Gayo "mujule mas" atau mengantar mahar.

Kopi disuguhkan sebagai minuman "penghormatan" dalam perhelatan budaya tersebut.

Seperti yang terjadi di Kampung Takengon Timur,  Aceh Tengah, dalam kegiatan "mujule mas " dari keluarga Nico Arami kepada keluarga Shelly, Minggu (11/12/2022).

Keluarga calon mempelai pria datang secara rombongan menuju ke kediaman calon mempelai wanita. 

Tuan rumah atau kerabat dari Shelly kemudian menyuguhkan minuman kopi  sebagai minuman pembuka dan suguhan kue. Selain kopi juga ada teh.

Baca juga: Desember Kopi Gayo Bur Telege Diisi Peluncuran Layanan Kesehatan Hewan Ternak Gratis

Selanjutnya adalah "penyerahan" dan "penerimaan" mahar yang dilakukan dalam bentuk pidato adat atau "melengkan."

Pidato adat disampaikan oleh  tokoh masing-masing kampung, mewakili keluarga calon mempelai pria dan selanjutnya bergantian disambut  "melengkan" yang mewakili keluarga mempelai perempuan.

Dalam proses ini masing-masing keluarga diwakili langsung oleh reje dan perangkat kampung, yakni imem, petue, dan rakyat genap mupakat.

Dalam kegiatan adat lainnya, kopi juga menjadi minuman yang selalu disuguhkan.

Seperti saat pihak keluarga memberitahukan tentang rencana hajatan tersebut kepada masing-masing perangkat kampung.

Baca juga: Kopi adalah Minuman Kaum Sufi, Agar Kuat Berjaga untuk Ibadah Malam

Baca juga: Kopi Gayo Adalah Minuman Kehormatan Bagi Orang Gayo

Dalam prosesi ini, kopi dibawa dalam termos dan dituangkan dalam cangkir sebelum kemudian memulai pembicaraan mengenai rencana hajatan.

"Kopi memang menjadi bagian tak terpisahkan dari seluruh kegiatan adat di Gayo," kata Eren, warga Belang Mersa Takengon.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved