Senin, 13 April 2026

Berita Nasional

21 Desember Tidak Boleh Keluar Rumah Karena Ada Fenomena Solstis, Benarkah?

Sekali pun dihari terjadi solstis ini terjadi letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami maupun banjir rob.

Penulis: Kiki Adelia | Editor: Mawaddatul Husna
Akun resmi @lapan_ri
Belakangan ini ramai di media sosial muncul imbauan untuk tidak keluar rumah pada 21 Desember 2022, karena adanya fenomena solstis. 

Laporan Kiki Adelia | Aceh Tengah
 
TRIBUNGAYO.COM - Belakangan ini ramai di media sosial muncul imbauan untuk tidak keluar rumah pada 21 Desember 2022 dari pihak yang kurang bertanggungjawab.

Imbauan ini muncul dan mengaitkannya dengan fenomena solstis yang akan terjadi.

Hal itu disampaikan oleh Peneliti Pusat Riset Antariksa (BRIN) Andi Pangerang, dikutip dari akun intagram resmi @lapan_ri.

Lalu apakah fenomena solstis itu ? seberapa berbahayakah solstis bagi manusia ? Berikut ulasannya.

Baca juga: Waspada, Ini 4 Sesar Aktif di Jawa Barat Berpotensi Timbulkan Gempa Bumi

Pengertian Solstis

Andi Pangerang menjelaskan, solstis sebenarnya fenomena astronomi biasa.

Solstis berasal dari bahasa latin yaitu solstitium yang terdiri dari dua kata, Sol artinya Matahari dan stitium berarti tempat berhenti, singgah, atau balik.

Itu sebabnya, fenomena solstis juga kerap disebut sebagai fenomena titik balik Matahari.

Secara khusus, solstis dapat didefinisikan sebagai peristiwa ketika Matahari berada paling utara atau paling selatan ketika mengalami gerak semu tahunannya, relatif terhadap ekuator langit.

Baca juga: Gempa Bumi di Meulaboh Tipe Gempa Interface, Berikut Penjelasan dari BMKG

Solstis terjadi dua kali dalam setahun, yakni di bulan Juni dan Desember.

Secara khusus, solstis dapat didefinisikan sebagai peristiwa ketika Matahari berada paling Utara maupun Selatan ketika mengalami gerak semu tahunannya, relatif terhadap equator langit (perpanjangan/proyeksi khatulistiwa Bumi pada bola langit). 

Penyebab Solstis

Solstis disebakan oleh sumbu rotasi Bumi yang miring 23,44 derajat terhadap bidang tegak lurus ekliptika (sumbu kutub utara-selatan skliptika).

Saat Bumi berotasi, juga sekaligus mengorbit Matahari, sehingga terkadang Kutub Utara dan Belahan Bumi Utara condong ke Matahari.

Baca juga: Sabtu Dini Hari, Gempa Bumi Kembali Guncang Wilayah Aceh 6,4 Magnitudo

Sementara Kutub Selatan dan Belahan Bumi Selatan menjauhi Matahari. Inilah kondisi saat solstis di bulan Juni, atau disebut juga solstis Juni.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved