Berita Aceh Tengah

Tinjau RSUD Datu Beru, Pj Ketua PKK Aceh Tengah: Penanganan Stunting Tangung Jawab Bersama

Pj Bupati Aceh Tengah, Ketua TP PKK Aceh Tengah Novita meninjau penanganan stunting di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon

Penulis: Romadani | Editor: Rizwan
Dok. Pemkab Aceh Tengah
Pj Bupati Aceh Tengah bersama Ketua TP PKK meninjau RSUD Datu Beru Takengon, Kamis (19/1/2023) malam. 

Laporan Romadani | Aceh Tengah 

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Dalam rangka mendampingi kunjungan kerja Pj Bupati Aceh Tengah, Ketua TP PKK Aceh Tengah Novita meninjau penanganan stunting di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon, Kamis (19/1/2023) malam. 

Pj Ketau TP PKK Novita atau Inen Yazka berharap semua pihak TP PKK bergerak baik tingkat kabupaten atau kota, kecamatan, hingga Kampung dan dasawisma harus diajak.

Tentu ikut memberi perhatian terhadap upaya lanjutan penangan stunting di daerah masing-masing. 

"Penanganan stunting atau anak kerdil karena kurang asupan gizi akut disebut merupakan program prioritas nasional yang harus didukung turut disukseskan di daerah," kata Inen Yazka.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan program nasional penurunan prevalensi stunting, rumah sakit memiliki peranan sebagai pusat rujukan kasus stunting.

Baca juga: Tangani Masalah TPA Sampah di Aceh Tengah, Pj Bupati Temui Kementerian PUPR

Ini dilakukan untuk memastikan kasus, penyebab, dan tata laksana lanjut oleh dokter spesialis anak

Adapun pelaksanaan program stunting yang dapat dilaksanakan di rumah sakit antara lain inisiasi menyusu dini (IMD), konseling ASI eksklusif, serta komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada ibu atau pengasuh anak.

Sedangkan bagi anak yang mengalami masalah asupan makan, sehingga anak kurus dan berisiko mengalami malnutrisi.

Maka harus dirujuk kepada nutrisionis atau dietisien untuk dilakukan asesmen lebih lanjut dan diberikan asuhan gizi.

Sementara itu, intervensi gizi atau pemberian diet yang dilakukan pada pasien anak yang dirawat inap di rumah sakit disesuaikan dengan kondisi medis pasien.

Baca juga: Pj Bupati Aceh Tengah Harapkan Kongres Asklin di Takengon 

Antara lain pemberian makanan dan MP-ASI untuk anak lebih dari 6 bulan serta edukasi dan konseling gizi.

Setelah pulang dari rawat inap, maka diperlukan monitoring pasien pasca rawat dengan stunting, sehingga tumbuh kembang dan kecerdasan optimal dengan pemeriksaan di Puskesmas maupun Posyandu.

Selain itu, rumah sakit sebagai pusat rujukan balita gizi buruk dengan komplikasi medis. rumah sakit juga dapat melaksanakan pendampingan klinis dan manajemen.

Serta penguatan jejaring rujukan kepada rumah sakit dengan kelas di bawahnya dan FKTP di wilayahnya dalam tata laksana stunting dan gizi buruk.

"Dengan adanya kerja sama antar profesi dan lintas instansi maupun lintas sektor, maka diharapkan penurunan prevalensi stunting dan wasting sesuai target dapat segera terealisasi dengan baik," harap Pj Ketua TP PKK Inen Yazka.(*)

Update berita lainnya di TribunGayo.com dan Google News

Baca juga: Ini Jadwal Lengkap SNBP-SNBT 2023 Terbaru Serta Link Pembuatan Akun SNPMB

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved