Senin, 13 April 2026

Kupi Senye

Bacaleg Berguguran di Uji Baca Tulis Al-Qur’an, Mengapa?

Bacaleg yang mengundurkan diri menjelang uji baca Al-Qur’an atau tidak hadir pada salah satu tahapan pemilu di Aceh Tengah total sejumlah 265 orang.

|
FOTO IST
Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Aceh Tengah, Kusni Rohani Rumahorbo SST MSi. 

Oleh: Kusni Rohani Rumahorbo SST MSi *)

Baru-baru ini bermunculan berita di surat kabar atau media online tentang gagalnya bakal calon anggota legislatif (bacaleg) di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah untuk mengikuti tes baca Al-Qur’an.

Dari Bener Meriah total 149 dari 456 DPRK Bener Meriah dinyatakan tidak lulus pada tes tahap ini.

Angka ini mencapai (hamper) sepertiganya, sungguh mencengangkan.

Dari 149 bacaleg yang gagal ini, 141 dikarenakan karena tidak hadir, sedang 8 sempat mengikuti tes baca dan dinyatakan tidak lulus.

Baca juga: 141 Bacaleg DPRK di Bener Meriah tidak Ikut Uji Baca Al-Quran, 8 Orang Lain tidak Lulus

Lain lagi dari kabupaten tetangga, Aceh Tengah.

Bacaleg yang mengundurkan diri menjelang uji baca Al-Qur’an atau tidak hadir pada salah satu tahapan pemilu di Aceh Tengah total sejumlah 265 orang.

Jumlah peserta yang gagal bahkan mencapai (hamper) setengah dari total 566 bacaleg yang didaftarkan oleh partai politik ke KIP Aceh Tengah.

Muncul pertanyaan, mengapa begitu banyak yang berguguran?

Meski tentu ada banyak penyebab mengapa begitu banyak bacaleg tidak lanjut ke uji kemampuan baca Al-Qur’an namun ketidakmampuan baca Al-Qur’an ini jelas merupakan momok yang menakutkan bagi para bacaleg.

Baca juga: Bacaleg DPRK Aceh Tenggara yang Tak Hadir Uji Baca Alquran, Diberi Kesempatan Terakhir Hari Ini

Sangat mungkin ketidakmampuan mereka dalam membaca Al-Qur’an adalah penyebab tidak hadirnya hampir seluruh dari bacaleg dalam tes baca Al-Qur’an.

Mari kita lihat datanya. Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tahunnya melakukan Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas).

Pelaksanaan Susenas (estimasi kabupaten/kota) dilakukan di Bulan Maret setiap tahunnya.

Salah satu pertanyaan dalam kuesioner Susenas adalah menanyakan kemampuan baca tulis huruf Arab/Hijaiyah.

Petugas diminta menanyakan serta (bahkan diminta) menguji responden untuk membaca dan menuliskan kata-kata atau kalimat sederhana ke dalam huruf Arab/Hijaiyah.

Baca juga: Ini Tersisa Bacaleg di Bener Meriah yang Belum Ikut Tes Baca Al-Quran  

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved