Senin, 13 April 2026

Sejarah PT Aceh Tengah

Mobil Pertama Ditukar dengan Beras dari Batalyon XII ABRI Kuala Simpang

Catatan sejarah berdirinya perusahaan PT Aceh Tengah ini dikutip dari sebuah manuskrip ditulis oleh M. Kasim Amin pada 1994. M Kasim Amin

|
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jafaruddin
TribunGayo.com
Mobil barang PT Aceh Tengah  

Laporan Fikar W.Eda I Jakarta

TRIBUNGAYO.COM, JAKARTA - Di Kabupaten Aceh Tengah pernah berdiri sebuah perusahaan perseroan, diberi nama PT Aceh Tengah. Salah satu perusahaan tertua di Provinsi Aceh. 

PT Aceh Tengah  berdiri pada 6 November 1946 dalam satu rapat pendiri atau perintis di Mersah Pendidikan Islam (PI) Kampung Hakim Bale Bujang Takengon. 

Catatan sejarah berdirinya perusahaan PT Aceh Tengah ini dikutip dari sebuah manuskrip ditulis oleh M. Kasim Amin pada 1994. M Kasim Amin adalah salah seorang pendiri PT Aceh Tengah.

Ia menjabat Wakil Direktur pada periode kepemimpinan Direktur Tgk Abdul Djalil, dan kemudian menjabat  Direktur setelah Tgk Abdul Djalil meninggal dunia. Berikut catatannya.

Beli Mobil Pertama:

Baca juga: Saham Dibeli dengan Padi dan Beras, Logo Gunung Tige

Selain berusaha di bidang hasil bumi, perusahaan PT Aceh Tengah lambat laun sesuai dengan kebutuhan pasar dan permintaan ketika itu, beralih kepada bidang angkutan barang dan penumpang. 

Pembelian mobil pertama yaitu truk Chevrolet ukuran 3 ton ditukar dengan beras 25 ton dari Batalyon XII ABRI dari Kuala Simpang.

Untuk penukaran ini ditugaskan M. Kasim Amin selaku pegawai satu-satunya dan Adam selaku sopir pertama ke Kuala Simpang

Kemudian truk yang kedua dibeli dengan penukaran barang tembakau dan biji kopi juga ukuran 3 ton dengan merk Dodge.

Mobil kedua ini diserahkan untuk mengemudikannya kepada Tabrani Aman Salafiyah.

Baca juga: Harga Kopi Gayo di Gayo Lues Merosot jadi Rp 45 Ribu Per Bambu

Kedua truk ini dioperasikan membawa barang-barang dagangan ke Bireuen- Takengon pulang pergi.

Kemudian pengoperasian diperluas dengan mengadakan hubungan dengan pusat perkebunan negara yaitu perusahaan hars dan terpenting.

Hubungan ini kian mantap dan menjadi sumber utama keuntungan perusahaan yang menjadikan perusahaan  membesar.

Pada waktu berkecamuknya pemberontakan Darul Islam di daerah Aceh tahun 1953 sampai 1962 sebuah truk yang sarat dengan muatan hars sesampainya di KM 41 Jalan Bireuen -Takengon  didecegat oleh gerombolan T.I.I dan kemudian langsung membakarnya habis. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved