Selasa, 28 April 2026

Jambore Dunia 2023

Korea Selatan Terancam Topan Khanun, Pemerintah Evakuasi Peserta Jambore Dunia

Karena perkiraan topan Khunan yang diperkirakan akan melanda Korea Selatan pada hari Rabu lusa," kata Haji Rasyid Bancin.

Editor: Khalidin Umar Barat
FOR TRIBUNGAYO.COM
Ustaz Haji Rasyid Bancin alias HRB mewakili pimpinan pesantren di Aceh mengibarkan bendera Pondok Moderen Darur Rahmah Sepadan, Kota Subulussalam saat mengikuti kegiatan Jambore ke 25 Dunia tahun 2023 yang berlangsung tanggal 2 -12 Agustus 2023 di SaeManGeum, Jeollabuk-do, Korea Selatan. 


TRIBUNGAYO.COM, SEOUL  - Jambore Dunia ke 25 di Korea Selatan terancam terganggu akibat ancaman angin topan khanun yang diprediksi bakal melanda negara ini, Rabu (9/8/2023).

Kondisi ini membuat Pemerintah Korea sebagai tuan Rumah Jambore Pramuka Dunia ke-25 tahun 2023 bekerja sama dengan Organisasi Gerakan Pramuka Dunia membuat keputusan sulit.

Informasi itu disampaikan Haji Rasyid Bancin alias HRB peserta Kotingen Pramuka Kwarda Aceh yang ikut dalam Jambore Dunia ke 25 di Korea Selatan kepada TribunGayo.com, Senin (7/8/2023).

Haji Rasyid menyampaikan infromasi terbaru terkait pergelaran Jambore Pramuka Dunia di Korea Selatan. Dikatakan, ada persoalan yang melanda negeri ginseng tersebut sehingga berpengaruh pada perhelatan Jambore Pramuka Dunia yang saat ini berlangsung di sana.

Dia mengatakan jika keputusan sulit itu untuk menjadwalkan keberangkatan lebih awal serta memindahkan peserta Jambore dari perkemahan di SaeManGeum karena perkiraan topan Khunan yang akan melanda Korea Selatan.

"Ada masalah yang terjadi sehingga membuat pemerintah bersama asosiasi pramuka dunia harus mengambil keputusan sulit. Karena perkiraan topan Khunan yang diperkirakan akan melanda Korea Selatan pada hari Rabu lusa," kata Haji Rasyid Bancin.

Persoalan itu membuat Pemerintah Korea Selatan bersama Asosiasi Pramuka Dunia dan Korea untuk membuat keputusan sulit hari ini dengan menjadwalkan dan keberangkatan lebih awal serta memindahkan peserta Jambore dari perkemahan di SaeManGeum.

"Keputusan untuk berangkat lebih awal dan memindahkan peserta Jambore adalah keputusan yang berrat bagi semua orang yang terlibat, tetapi kesehatan dan keselamatan para pemuda dan relawan adalah prioritas utama kami," demikian isi pesan berbahasa Inggris dari pihak penyelenggara Jambore Dunia sebagaimana diterima TribunGayo.com.

Baca juga: Suhu Panas di Korea Selatan Jadi Berita Miring Jambore Dunia, HRB Ajak  Publik Berpikir Positif

Baca juga: Pramuka Jambore Dunia asal Aceh ini Anggap Cuaca Panas di Korsel sama dengan di Indonesia

Sementara Rio Ashadi Pimpinan Kontingen Indonesia untuk Pramuka Dunia di Korea Selatan juga menyampaikan perkiraan topan taifun yang akan melanda daerah lokasi penyelenggaraan jambore.

Berikut isi pesan lengkapnya, Salam pramuka kakak-kakak unik leader pengumuman penting baru saja selesai mengikuti Head of contingenten meeting dan kesimpulannya adalah bahwa karena akan terjadi Taifun pada tanggal 9 Agustus lusa.

Maka besok seluruh peserta perkemahan untuk melakukan evakuasi panitia sedang menyusun skenario evakuasi dan akan dihubungkan pada sore hari ini kakak-kakak mohon mengumpulkan adik-adik untuk menyampaikan instruksi satu tidak panik kedua untuk segera packing barang-barangnya mulai dari saat ini dan selanjutnya informasi detail akan kami sampaikan sore hari ini," demikian disampaikan kepada para peserta Jambore asal Indonesia. 

Sebelumnya, penyelenggaraan Jambore Pramuka Dunia 2023 di Korea Selatan (Korsel) ini pun sempat divcekcoki akibat pemberitaan cuaca panas ektrem yang melanda negara tersebut. 

Jambore Pramuka Dunia 2023 digelae di Saemangeum, Provinsi Jeolla Utara, Korea Selatan pada 1 sampai 12 Agustus 2023.
 
Dilaporkan sebanyak 50.000 an anak muda dari 158 negara akan hadir dalam acara empat tahunan tersebut.
 
Namun, para peserta terpaksa berhadapan dengan cuaca panas dengan suhu mencapai 38 derajat celsius dan kelembapan tinggi.


 
Hal ini menyebabkan sekitar 400 peserta dilarikan ke rumah sakit dengan gejala ringan, seperti sakit kepala, pusing, dan kelelahan.
 
Kondisi tersebut diperparah dengan fasilitas perkemahan yang kurang memadai, sanitasi buruk, area tergenang banjir, makanan terbatas, dan toilet kotor.
 
Tetapi pemberitaan di berbagai media soal tudingan tersebut dibantahkan oleh Pramuka Kwarda Aceh, Indonesia yang menilai terlalu berlebihan.
 
Fakta di lapanga pramuka asal Indonesia menyatakan sangat nyaman dengan keadaan di Korea Selatan selama pergelaran Jambore Dunia ke 25.
 
Pramuka asal Aceh merasa jika cuaca di Korea Selatan saat ini tak berbeda jauh dengan di Indonesia yakni Aceh secara khusus. 

Namun polemik suhu panas yang terus disorot sejumlah media dinilai sengaja dibuat untuk menjatuhkan Korea Selatan selaku tuan rumah Jambore Pramuka Dunia ke 25.
 
Hal itu disampaikan Haji Rasyid Bancin alias HRB, salah satu peserta kontingen Pramuka Kwarda Aceh yang ikut Jambore Dunia ke 25 di Korea Selatan dalam siaran persnya yang dikirim kepada TribunGayo.com, Minggu (6/8/2023).
 
Haji Rasyid pun meminta semua pihak berpikir positif terkait suhu panas yang digembar-gemborkan menjadi isu miring.

Haji Rasyid Bancin alias HRB bersama pramuka kwarda Aceh dan lainnya saat dibawa tour pada Jambore Dunia di Korea Selatan mengikuti pembuatan sayur kimci Korea, Minggu (6/8/2023).
Haji Rasyid Bancin alias HRB bersama pramuka kwarda Aceh dan lainnya saat dibawa tour pada Jambore Dunia di Korea Selatan mengikuti pembuatan sayur kimci Korea, Minggu (6/8/2023). (FOR TRIBUNGAYO.COM)
Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved