Oknum Paspampres Aniaya Warga Aceh
Isak Tangis Yuni Mauliza di Peti Jenazah Kekasihnya Meninggal Dianiaya Oknum Paspampres Praka RM
Meninggalnya warga Aceh, Imam Masykur meninggalkan kesedihan mendalam bagi Yuni Mauliza.
Ketiganya diduga melakukan penculikan dan penganiayaan terhadap Imam karena Imam diduga menjual obat-obatan ilegal.
Informasi yang dihimpun, mereka sempat mengaku kepada warga sekitar sebagai polisi ketika membawa Imam.
Namun karena permintaan tebusan tersebut tidak dikabulkan, Imam terus dipukuli di antaranya di bagian punggung.
Video yang diduga penganiayaan terhadap Imam tersebut juga tersebar di media sosial.
Dalam video beredar, tampak seorang pemuda yang diduga Imam Masykur mengerang kesakitan karena punggungnya dipukul berulang kali menggunakan sebuah alat.
Bahkan di video lain yang beredar punggung pemuda tersebut tampak telah terluka dan berlumuran darah.
Pemuda tersebut juga terdengar mengucapkan kalimat dengan bahasa daerah sambil menangis.
Pemuda tersebut meminta agar keluarganya mengirimkan uang Rp50 juta sambil menangis. (Tribunnews.com/Serambinews.com)
Update berita lainnya di TribunGayo.com dan Google News
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Curhatan Pilu Kekasih Imam Masykur, Nangis di Peti Mati Calon Suaminya yang Tewas di Tangan Praka RM
Oknum Paspampres Aniaya Warga Aceh
Paspampres
warga Aceh
Praka RM
Pomdam Jaya
Yuni Mauliza
Imam Masykur
tribungayo
Nasib Tiga Terdakwa Pembunuhan Berencana Terhadap Imam Masykur Ditentukan Hari Ini |
![]() |
---|
Pertemuan yang Tak Diharapkan Terjadi, Ibunda Imam Masykur Syok Dihampiri Keluarga Pembunuh Anaknya |
![]() |
---|
4 Saksi Kunci Kasus Imam Masykur Dibawa ke Jakarta, Satu Diantaranya Belum Pernah Muncul ke Publik |
![]() |
---|
FAKTA Sidang Perdana Pembunuhan Imam Masykur Asal Aceh, Oditur Militer Ungkap Kekejaman 3 Oknum TNI |
![]() |
---|
Hotman Paris Ungkap Pembunuhan Imam Masykur Diduga Diperintah Pengusaha, Ini Sosoknya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.