Berita Nasional
Prihatin Rempang, Penyair Tulis Puisi "Bukan Pantun Rempang"
Rempang Galang gerbang Melayu, Kapalku karam Selat Malaka, Ratap duka sungguh kelu Rakyat ditipu jadi celaka
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Khalidin Umar Barat
Laporan Fikar W.Eda I Jakarta
TRIBUNGAYO.COM, JAKARTA - Penggusuran perkampungan Melayu di Pulau Rempang, Kepri, untuk kepentingan investasi melahirkan banyak simpati. Penyair kemudian menulis puisi sebagai ungkapan keprihatinan.
BUKAN PANTUN REMPANG
Cipt: Fikar W.Eda
Melayu Rempang Galang Bulang
Lalu rembang duka turun
Tuturan nestapa ditulis ulang
gas air mata tanpa ampun
Rempang Galang gerbang Melayu
Kapalku karam Selat Malaka
Ratap duka sungguh kelu
Rakyat ditipu jadi celaka
Melayu Rempang Galang Bulang
Gulungan batu jadi rumah
Turun temurun kami tak bimbang
Lalu datang stempel basah
Sungguh ajaib stempel basah
Tanah sendiri dipaksa kosongkan
disuruh pindah cari rumah
Kalau membantah ingat ancaman
Ini tanah warisan Melayu
Modal baru bangun republik
Sangat ganjil penguasa baru
Sejarah lalu di jungkir balik
Mulia Sultan Syarif Kasim II
Penyumbang terbesar republik
13 juta gulden uang Belanda
Bisa beli pesawat ulang alik
Raja Melayu murah hati
Serahkan tanah berikut istana
Minyak dan gas dalam perut bumi
Modal besar bangun Indonesia
Tak berharap balas jasa
Semua ikhlas untuk negeri
Raja Melayu rakyat biasa
Berdamping hidup seperti petani
Nelangsa nasib wahai Melayu
Putik layu sebelum berkembang
Cukong beli sepatu baru
Sejarah lama dibuang-buang
Oh penguasa
Dimana hargaku
Oh penguasa
Kami makin ragu
2023
Baca juga: Merasa Senasib, Panglima Pajaji Siap Bantu Rakyat Rempang
Baca juga: Kemenag Buka 4.125 CPNS 2023 dan PPPK, Cek Rincian Formasi dan Cara Daftarnya
Baca juga: Hasil Voli Putra Asian Games 2023: China Pertegas Kemenangan Atas Indonesia dengan Skor 3-1
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Fikar-W-Eda-1.jpg)