Berita Aceh Tengah
Perjalanan Wisata dari Tanoh Gayo Aceh Tengah ke Nagan Raya
"Kecuali saat tiba di wilayah Sumatera Utara, jalanan sudah mulai kurang mulus," kata Bang Okan saat singgah di kedai Pangmoed.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mawaddatul Husna
Laporan Fikar W Eda | Aceh Tengah
TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Memulai perjalanan dari Tanoh Gayo, Aceh Tengah menuju Nagan Raya atau sebaliknya dari Nagan Raya menuju Tanoh Gayo adalah pengalaman yang penuh dengan keindahan alam dan sejarah yang kaya.
Dengan jarak tempuh sekitar 100 kilometer lebih, perjalanan ini menawarkan berbagai pemandangan menakjubkan dan tempat-tempat bersejarah yang patut dikunjungi.
Perjalanan menghabiskan waktu lebih kurang empat jam. Banyak penduduk Aceh Tengah atau sebaliknya ya menggunakan jalur ini untuk mencapai wilayah Tengah Aceh.
Cik Seman, Bang orang dan rombongan menuju dari Takengon Subulussalam melalui jalur ini. Rombongan menuju Subulussalam untuk menghadiri pesta perkawinan keluarga dekat.
Mereka menggunakan kendaraan roda empat. Mereka melukiskan perjalanan lancar dan aman serta jalanan yang mulus.
"Kecuali saat tiba di wilayah Sumatera Utara, jalanan sudah mulai kurang mulus," kata Bang Okan saat singgah di kedai Pangmoed.
Sekelompok seniman Rangkaian Bunga Kopi pernah menyusuri jalur Nagan-Takengon pada 2015. Waktu itu jalanan belum ramai kendaraan yang melintasi. Asih belum ramai, bisa dihitung dengan jari.
Kelompok ini terdiri atas Almarhum JASSIN burhan, Yoyok Harness, Yoppi Andri Dan Fikar W.Eda. Mereka bahkan sempat memainkan musik di tengah jalan sebelum mencapai Tanoh Depet.
Perjalanan masa itu diliputi kabut. Berpakaian dengan kendaraan angkutan umum L300 dan kendaraan pengangkut sayur, bak terbuka.
Jika perjalanan dimulai dari Takengon, ibukota Aceh Tengah, maka tampak pemandangan jalan berkelok-kelok yang membelah pegunungan dan lembah hijau memberikan pemandangan yang memukau.
Menyusri Jalan Takengon Angkop, dengan sisi Sungai Pesangan yang mengalur dari hulu dari Danau Lut Tawar.
Lanjut ke Angkop, Genting Gerbang, Berawang Gading, Celala, dan terus ke Tanoh Depet dan Beutong Ateuh Benggalang. Atau perjalanan bisa juga menggunakan jalur Takengon, Gelelungi, Pepalang, Kuyun dan terus ke Celala, Tanoh Depet, Beutong Ateuh Benggalang.
Sepanjang perjalanan, hamparan perkebunan kopi Gayo yang terkenal dengan kelezatannya menjadi teman setia.
Udara segar dan dingin pegunungan memberikan sensasi tersendiri, membuat setiap kilometer perjalanan terasa menyenangkan.
| Melalui Jaksa Menyapa, Kejari Aceh Tengah Bahas Pencegahan dan Berantas Narkoba di Kalangan Remaja |
|
|---|
| Samsat Takengon Ajak Masyarakat Manfaatkan Pemutihan Pajak Sebelum Berakhir 30 April 2026 |
|
|---|
| Kampung Keramat Mupakat Luncurkan Program Mantap, Pelayanan Administrasi Kini Bisa Lewat WhatsApp |
|
|---|
| Pacuan Kuda di Aceh Tengah Tetap Digelar Atas Inisiatif Peternak dan Pelaku UMKM |
|
|---|
| Kader Golkar Aceh Tengah Sesalkan Spanduk Provokatif Serang Ketua Golkar Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/JALAN-TANOH-GAYOOO-KE-NAGANN.jpg)