Kamis, 9 April 2026

Pilkada Aceh Tengah

Cara Paslon Beriman Optimalkan Peran Penyuluh Pertanian di Aceh Tengah

Calon Bupati Aceh Tengah Nomor Urut 1, Bardan Sahidi, menilai peran penyuluh pertanian sangat vital dalam memaksimalkan potensi tersebut.

Penulis: Romadani | Editor: Sri Widya Rahma
FOR TRIBUNGAYO.COM
Bardan Sahidi dan Karimansyah. 

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Kabupaten Aceh Tengah, dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi pertanian dan perkebunan yang besar, terutama untuk komoditas unggulan seperti kopi Arabika Gayo yang telah mendunia.

Selain itu, wilayah ini juga memiliki lahan subur untuk pengembangan hortikultura dan tanaman pangan lainnya.

Namun, potensi besar ini belum sepenuhnya dikelola secara optimal, terutama karena keterbatasan akses teknologi, pengetahuan, dan pendampingan kepada para petani. 

Calon Bupati Aceh Tengah Nomor Urut 1, Bardan Sahidi, menilai peran penyuluh pertanian sangat vital dalam memaksimalkan potensi tersebut.

Menurutnya, penyuluh adalah ujung tombak dalam memberikan edukasi kepada petani tentang teknologi pertanian modern, manajemen lahan, serta praktik pertanian berkelanjutan.

“Penyuluh pertanian bukan hanya pendamping teknis, tetapi juga motivator yang membantu petani meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen mereka,” ujar Bardan, Jumat (22/11/2024).

Bardan menyoroti beberapa tantangan yang dihadapi penyuluh pertanian di Aceh Tengah, seperti keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya fasilitas, dan minimnya dukungan operasional.

“Kita perlu memberdayakan penyuluh pertanian agar mereka mampu bekerja lebih efektif dalam mendampingi petani.

Jika penyuluh didukung dengan baik, maka petani juga akan lebih sejahtera,” tambahnya. 

Untuk mengoptimalkan peran penyuluh pertanian, Bardan bersama Calon Wakil Bupati Karimansyah telah menyusun beberapa langkah strategis.

Langkah pertama adalah meningkatkan jumlah penyuluh pertanian di seluruh kecamatan.

“Kami akan melakukan rekrutmen penyuluh baru, terutama yang memiliki spesialisasi dalam pengembangan kopi, hortikultura, dan tanaman pangan lokal,” jelas Bardan. 

Langkah kedua adalah meningkatkan kapasitas penyuluh melalui pelatihan dan sertifikasi.

Bardan berkomitmen untuk menyediakan pelatihan berkelanjutan agar penyuluh selalu mengikuti perkembangan teknologi dan metode pertanian terbaru.

Selain itu, penyuluh akan difasilitasi untuk belajar dari daerah atau negara lain yang telah sukses mengembangkan sektor pertanian. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved